Ditjen Dukcapil Kemendagri Pastikan Keamanan Data Masyarakat Jadi Prioritas Utama

0
141

Jakarta, restorasihukum.com – Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Muhammad Nuh Al-Azhar, menegaskan komitmen Kemendagri dalam memperkuat sistem keamanan pusat data untuk melindungi data masyarakat dari potensi kebocoran. Menurutnya, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) telah menyiapkan sistem keamanan berlapis guna menjaga kerahasiaan 286 juta data penduduk Indonesia.

Sumber: restorasihukum.com

“Ketika kita membuat data center, maka kita saat itu juga harus memikirkan bagaimana merancang security yang baik,” katanya kepada awak media usai menghadiri acara Cyber Security and Forensic Summit 2025 di Farincorp Center, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Dalam penjelasannya, Nuh menyebut sejumlah teknologi keamanan siber yang digunakan untuk melindungi pusat data. Di antaranya adalah end-to-end encryption, secure browser, serta sistem pemantauan seperti Security Information and Event Management (SIEM) dan Privileged Access Management (PAM).

“Itu yang membuat kita menjaga keamanan termonitor, belum lagi yang di atas itu adalah secure zone, sehingga real time kita bisa memonitor kejadian. Jadi ketika ada data bocor atau membuat sistem yang lumpuh, anomali-anomali itu saat itu juga bisa kita deteksi, [sehingga] teridentifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah penguatan sistem keamanan tersebut selaras dengan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang secara tegas mendorong perlindungan maksimal terhadap seluruh data kependudukan.

“Itu didukung penuh sama Bapak Menteri Dalam Negeri, bahwasanya keamanan [data kependudukan] itu adalah paling atas,” ujarnya.

Nuh memastikan Ditjen Dukcapil terus berupaya semaksimal mungkin dalam menjaga keamanan data pribadi masyarakat, termasuk data biometrik seperti wajah, sidik jari, dan iris mata.

“Ada biometrik, ada wajah kita, ada sidik jari kita, ada iris mata kita, itu tidak boleh bocor. Itu keamanan, dan itu kita terapkan di Dukcapil. Meskipun kita juga tahu ada namanya no system is perfect, no security is perfect, tapi tetap kita update, selalu kita update,” pungkasnya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here