Pasuruan, restorasihukum.com – Upaya untuk memberikan wawasan atau pengetahuan dalam hal pembuatan pakan ternak. Dinas Ketahanan pangan, pertanian dan perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan melaksanakan pelatihan pembuatan pakan mandiri dan pembuatan pakan ikan yang baik (CPPIB), kepada kelompok kelembagaan perikanan (pokdakan) di desa Rejoso lor, kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Kamis ( 23/4/26).
Kegiatan pelatihan tersebut, digelar di pendopo desa Rejoso Lor dan di hadiri oleh Asisten 2 Saifuddin Ahmad, kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) kabupaten Pasuruan yang di wakili oleh sekretaris Hari Hijro, kabag perekonomian Sugeng Subianto, camat Rejoso lor, penyuluh perikanan, kades Rejoso Lor Abd.Rohman dan para pembudidaya ikan tawar.
Kegiatan pelatihan ini di ikuti oleh sekitar 20 pembudidaya ikan tawar yang tergabung dalam kelompok “Mina Bakti”. Selain pelatihan, para kelompok pembudidaya ikan ini juga mendapatkan bahan pembuatan ikan antara lain:
1. Tepung ikan 400 kg
2. Dedak padi 300 kg
3. Bungkul kedelai 100 kg
4. Tepung jagung 150
5. Tepung polar 150
6. Premix 12 sachet

Dalam sambutannya, Asistens 2 Saifuddin Ahmad menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah merupakan rangkaian program Pemerintah kabupaten Pasuruan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Kegiatan yang bersumber dari dana cukai ini, bukak hanya untuk pelatihan di DKP3 saja, akan tetapi, juga di dinas dinas lainnya dan juga untuk mendanai jamkesmas, mulai dari desi 1-3 serta progam lainnya,” tuturnya.
Saifuddin berharap kepada para pembudidaya ikan yang hari ini mendapatkan pelatihan pembuatan pakan mandiri ini, bisa memperhatikan dan juga bisa menularkan kepada yang lainnya.
“Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat bagi para pembudidaya ikan di desa Rejoso. kepada para pembudidaya ikan tawar ini. Selain mendapatkan ilmu dalam pelatihan ini, harapannya bisa menularkan ilmunya kepada kelompok lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Hari selalu sekretaris mewakili kadis DKP3 Kabupaten Pasuruan menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah program pelatihan pembuatan pakan mandiri yang berfungsi, agar para pengusaha pembudidaya ikan tidak menggantungkan pakan dari pabrik.

“Dengan pelatihan ini, para pembudidaya ikan tawar bisa mengetahui dan faham bagaimana cara membuat pakan ikan yang baik. Sehingga, tidak lagi mengantungkan kepada pakan pabrik yang harganya lumayan tinggi, dibanding membuat pakan mandiri. Untuk itu, mari ikuti dengan sebaik-baiknya pelatihan ini yang nantinya di sampaikan oleh para nasumber” ucapnya.
Hari berharap, dengan adanya pelatihan pembudidaya ikan ini, masyarakat bisa membuat, mengolah dan tentunya bisa memasarkan pakan mandiri ini.
“Pelatihan ini, bukan hanya ilmu yang di dapat. Akan tetapi, pembuatan pakan mandiri ini juga bisa bernilai ekonomis, bukan hanya ikannya. karena nantinya pakan mandiri ini juga bisa di pasarkan,” ujarnya sembari membuka acara pelatihan pembuatan pakan mandiri.
Sementara itu, kepala bidang Perikanan Wakhid sugiantoro menyampaikan apa saja yang akan di berikan dalam pelatihan pembuatan pakan mandiri ini.
“Materi yang akan di sampaikan dalam pelatihan pembuatan pakan mandiri ini adalah tentang kelembagaan kelompok, materi tentang pembuatan pakan ternak yang baik, termasuk pemilihan bahan baku dan juga akan ada praktik yaitu bagaimana cara menghitung formulasi pakan yang nantinya akan di giling menjadi pakan ikan yang sesuai,” terangnya.
Wakhid berharap dengan adanya pembuatan pakan mandiri ini, kelompok Mina bakti ini bisa membuat pakan sendiri.
“Dengan membuat pakan sendiri kalian akan lebih hemat pengeluaran. Kita bisa mengatur komposisi bahan pakan,” ucapnya.
Dalam pelatihan ini, Kepala bidang perikanan akan memonitoring dalam dua bulan ini. Apakah pembuatan pakan mandiri di desa Rejoso Lor ini berjalan ata tidak. Kalau tidak, akan mempengaruhi bantuan kedepannya.
Kepala desa Rejoso Lor Abd Rohman menyampaikan ucapan terima kasih kepada dinas terkait dalam hal ini dinas ketahanan pangan pertanian dan perikanan kabupaten Pasuruan yang telah memberikan pelatihan atau bimtek kepada para pembudidaya ikan dalam pembuatan pakan mandiri.
“Mudah mudahan pelatihan ini bisa meningkatkan perekonomian bagi masyarakat kami. Untuk itu, kami pemerintah desa Rejoso Lor mengucapakan terimakasih kepada Dinas terkait yang telah memberikan pelatihan ini,” ucapnya.
Rohman menambahkan, semoga pelatihan ini bisa bermanfaat bagi para pengusaha pembudidaya ikan di desa kami.
“Harapannya dengan adanya pelatihan ini, bisa meningkatkan pengetahuan dan pengalaman warga dalam pembuatan pakan mandiri. Sehingga bisa meningkatkan usaha dan tentunya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tandasnya.
Dalam pelatihan ini, para kelompok pembudidaya ikan tawar di desa Rejoso Lor selain mendapatkan teori juga mendapatkan bahan-bahan praktek. (Sy)













