Pasuruan, restorasihukum.com – Naiknya harga beras dipasaran akhir-akhir ini, sangat dirasakan oleh para pedagang maupun konsumen. Oleh sebab itu, Guna menekan harga beras yang tinggi dan juga menambah stok beras, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan bersama Bulog sub Divre Malang menggelar operasi pasar di delapan pasar yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan mulai tanggal 11 – 14 September 2023.
Jadwal operasi hari ini, Rabu (13/09/23) adalah pasar Ngempit dan Pasar Purwosari, yang sebelumnya operasi pasar digelar di pasar Bangil, pasar Gempol, pasar Pandaan, dan pasar Sukorejo serta jadwal terakhir digelar di pasar Nguling dan Pasar Winongan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan melalui Kabid perdagangan Dedi Irawan mengatakan, operasi pasar ini digelar oleh Disperindag kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Bulog Sub Divre Malang, yang dilaksanakan mulai hari Senin sampai hari Kamis besok.
“Jadi dalam Minggu ini, Disperindag kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Bulog Sub Divre Malang menggelar operasi pasar di delapan pasar yang ada di wilayah Pasuruan dengan tujuan untuk menekan harga beras yang tinggi dan juga menambah stok beras,” tuturnya (13/9/23).
Lebih lanjut, Dedi menyampaikan, untuk jatah beras di setiap pasar tidak pasti, tergantung besar pasar dan jumlah pedagang, ada yang dapat 3, 4 sampai 5 ton.
“Intinya Bulog setiap harinya mengeluarkan 8 ton, untuk disalurkan ke pasar yang sudah terjadwal. Jatahnya pun setiap pasar tidak sama, ada yang 3,4 dan 5 ton, tergantung besar pasar dan jumlah pedagang,” jelasnya.
Dedi menambahkan, untuk pedagang yang mendapatkan beras harus menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Medium dengan harga 54.500/sak kemasan 5 Kg.
“Makanya pedagang yang menebus beras harus disertai KTP dan no Hp sebagai kontrol Disperindag dan juga Bulog, jangan sampai mereka menjual beras ini diatas harga HET,” pungkasnya. (Sy)












