Trenggalek, restorasihukum.com – Setelah dikabarkan menghilang secara misterius semenjak Rabu (9/1/2019), Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau yang biasa disapa Ipin, hari ini tiba-tiba saja muncul sesaat sebelum peresmian Kantor Tim Kampanye Daerah (TKD) untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang berada di jalan Raden Shaleh Trenggalek.
Kemunculan perdana Ipin di muka umum ini sontak membuat para awak media langsung memburunya. Ketika ditanya awak media ke mana saja selama ini, Ipin hanya tersenyum dan tertawa sambil terus berjalan menuju Kantor TKD guna menemui Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang beberapa menit sebelumnya sudah lebih dulu memasuki kantor TKD. “Biasanya gak ketemu dua minggu saja tidak dicari. Biasanya gak ditanyai sekarang kok ditanyai,” kata Mas Ipin, Selasa (22/1).
Ketika ditanya lagi soal ancaman sanksi dari Gubernur Jawa Timur, lagi-lagi Ipin terus tersenyum sembari memberikan jawaban singkat. “Semua sudah ada prosedurnya, dan Gubernur Jatim pasti akan memutus dengan bijaksana. Bupati dan Gubernur Jatim sudah memberikan pernyataan. Tidak elok saya yang hanya wakil bupati ikut memberi pernyataan,” pungkasnya.
Dengan mengenakan baju kebesaran GP Ansor dan peci hitam dan celana warna hitam, Ipin akhirnya memasuki ruang kantor TKD dan duduk berdekatan dengan Ma’ruf Amin Cawapres pasangan Jokowi.
Sebelumnya, di akun instagram (IG) pribadinya yakni @avinml, Ipin mengatakan selama dikabarkan ‘menghilang’, dirinya sedang melakukan perjalanan ke Eropa. Ipin mengatakan, perjalanan yang dia lakukan tidak ada kaitan dengan kedinasan, melainkan inisiatif pribadi yang juga menggunakan dana pribadi. Dengan melihat dunia luar sekaligus bersilaturahmi dengan para cendikiawan Indonesia (begitu dirinya menyebut di IG), Ipin beralasan akan mendapat tambahan energi.
Energi itu, kata dia dibutuhkan untuk perubahan dan memberi manfaat lebih baik bagi Indonesia ke depan. “Saya sadar bukan siapa siapa dan tidak punya kemampuan apa apa untuk membawa perubahan, “tulisnya di akun IG. Terkait kabar “hilang” Ipin menyatakan mohon maaf jika berita yang beredar telah meresahkan.
Ipin juga menyinggung mekanisme birokrasi selama dirinya menghilang dari Trenggalek. Menurut Ipin dirinya sudah melakukan prosedur yang berlaku, bahkan kata dia, Pemkab Trenggalek dan seluruh jajaran juga meresepon keberangkatannya sebelum “menghilang”.











