Harmonisasi Rasa: Catatan Ringan Usai Pembinaan Panitera Seluruh Indonesia

0
120

Jakarta, restorasihukum.com — Ketua Mahkamah Agung (MA) menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan seluruh aparatur peradilan, tanpa terkecuali. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan Panitera tingkat banding dan tingkat pertama dari seluruh Indonesia yang digelar di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Dalam arahannya, Ketua MA menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta rasa syukur dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menegaskan, pimpinan MA hadir bukan untuk menyengsarakan, tetapi untuk memperjuangkan kesejahteraan seluruh aparatur peradilan.

Ketua MA juga mengajak seluruh aparatur menyingkirkan ego jabatan, memperkuat kebersamaan, dan siap menghadapi tantangan era digital serta perkembangan kecerdasan buatan dengan semangat belajar dan tanggung jawab.

Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum refleksi dan dialog bersama antara pimpinan dan jajaran kepaniteraan untuk meneguhkan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur secara berjenjang dan proporsional.

Tegaskan Pembinaan Bukan untuk Meredam Aspirasi

Ketua Ikatan Panitera dan Sekretaris Pengadilan Indonesia (IPASPI) menegaskan bahwa kegiatan pembinaan tersebut bukan dimaksudkan untuk meredam aspirasi para panitera. Menurutnya, agenda itu merupakan bentuk nyata perhatian dan kepedulian pimpinan MA terhadap jajaran kepaniteraan.

IPASPI menyampaikan bahwa kegiatan serupa juga akan dilaksanakan untuk unsur sekretariat, agar seluruh aparatur peradilan memperoleh kesempatan yang setara dalam pembinaan dan penguatan kapasitas.

Dalam suasana pembinaan yang hangat, terjadi momen kecil ketika seorang panitera menanyakan secara langsung soal kenaikan tunjangan kepada Ketua MA. Dengan tenang dan bijaksana, Ketua MA menanggapinya dengan penuh kelapangan hati, mencerminkan sikap pemimpin yang sabar dan pemaaf.

“Pimpinan Mahkamah Agung selalu berupaya memperjuangkan kesejahteraan seluruh aparatur, bukan hanya hakim, tapi juga kepaniteraan, kesekretariatan, PPPK, hingga tenaga honor non-DIPA,” ujarnya.

Presiden Prabowo Janjikan Perhatian untuk Aparatur Peradilan

Ketua MA juga mengingatkan bahwa perjuangan peningkatan kesejahteraan aparatur peradilan membutuhkan kesabaran dan doa, karena keberhasilannya tidak semata-mata ditentukan oleh MA, melainkan juga oleh kebijakan pemerintah.

“Tidak ada anak tiri, tidak ada anak haram, semua adalah keluarga besar Mahkamah Agung,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kenaikan penghasilan hakim hingga sekitar 280 persen dimaksudkan untuk memperkuat integritas hakim agar tidak mudah disogok. Kepala Negara juga memastikan akan memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan aparatur MA serta seluruh badan peradilan di bawahnya.

Harapan Baru bagi Aparatur Peradilan

Pernyataan Presiden tersebut memberikan harapan baru bagi seluruh aparatur peradilan. Peningkatan kesejahteraan diyakini akan berjalan secara bertahap dan sistematis.

Setiap peran dianggap memiliki arti penting dalam mewujudkan lembaga peradilan yang kuat dan berintegritas.

“Di balik rutinitas dan tanggung jawab besar, selalu ada ruang untuk bersyukur, menikmati jeda, dan menemukan harmoni,” ujar salah satu peserta pembinaan.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here