Animo Publik CPNS

0
280

Restorasihukum.com – Untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) masih menjadi tujuan utama generasi muda di republik ini. Animo publik begitu kuat menjadi PNS. Ada berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Alasan itu adalah ada uang pensiun untuk bekal di hari tua, gajinya dijamin negara dan setiap tahun ada kenaikan, tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) seperti jadi karyawan swasta. Alasan lainnya, pekerjaan tidak terlalu berat. Datang ke kantor pukul 08.00 pagi, bekerja selama tiga atau empat jam. Setelah itu santai di warung atau pergi ke pasar untuk membeli keperluan rumah tangga atau menjemput anak di sekolah atau berbisnis sampingan. Dengan mengusung alasan itulah warga yang sudah memiliki gelar sarjana berlomba-lomba mendaftarkan diri menjadi abdi negara.

       Meski sudah tahu yang dibutuhkan hanya sedikit, mereka tetap saja maju mendaftarkan diri jadi CPNS. Untuk 2014 ini, jika tidak ada aral melintang tes CPNS akan dilakukan pertengahan Oktober. Sebelum waktu tes tiba, banyak upaya yang dilakukan para pendaftar, yang sudah lulus seleksi administrasi dan memegang nomor peserta CPNS 2014, agar bisa lulus menjadi seorang PNS. Upaya dilakukan di antaranya mempelajari sendiri soal-soal yang ada di buku tes CPNS, ada yang mengikuti bimbingan tes CPNS yang diadakan pihak swasta, ada pula yang kasuk-kusuk mencari bocoran soal CPNS. Untuk yang terakhir, sekarang ini marak tips dan trik mengerjakan soal CPNS di dunia maya.

       Bahkan, ada yang sangat mirip dengan sistem CAT (computer assisted test) yang digunakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ada beberapa situs yang menyediakan paket lengkap soal CPNS. Ada yang berbayar melalui cara download aplikasi (software) bagi situs yang menyatakan paket soal yang disediakannya bisa ‘dipercaya’. Ada pula yang gratis tetapi sekadar memuat soal-soal lama dan ‘umum’. Salah satu situs yang berbayar itu adalah soalcpns.com. Pengelola menyatakan situsnya benar-benar dikelola secara serius oleh yang orang-orang ahli dan ‘berkompeten’ dalam urusan seleksi CPNS. Bagi CPNS hendaknya berhati-hati. Jangan mudah termakan dengan janji-janji yang ditawarkan situs-situs di dunia maya tersebut.

       Siapa tahu itu adalah jebakan yang dibuat oleh segelintir orang untuk mendapatkan keuntungan semata. Karena paket soal yang ditawarkan itu belum tentu benar 100 persen. Badan Kepegawaian Negara (BKN) sendiri tidak merekomendasikan situs mana saja yang bisa dipercaya. Pasalnya soal di dunia maya itu tidak ada kaitannya dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Meskipun ada kemiripan, tetapi tidak bisa dikatakan itu adalah soal yang direkomendasikan BKN untuk seleksi. Terlepas dari bermunculannya paket soal CPNS di dunia maya itu, kita mengharapkan yang lulus seleksi CPNS adalah mereka yang mau mengabdikan diri seratus persen untuk negara.

       Mau bekerja dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 04.00 sore atau sesuai jam kerja. Yang penting lagi, mereka yang terpilih adalah CPNS yang memiliki motivasi, kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas jabatannya. Bukan rahasia umum lagi, tes CPNS yang sudah-sudah masih menelorkan PNS yang tidak sesuai harapan. Produktivitas PNS masih rendah. Ini terjadi karena motivasi lebih condong ke arah finansial. Hal itu diperparah lagi dengan lemahnya pengawasan yang dilakukan atasannya. Akibatnya tidak adanya tekanan untuk segera menyelesaikan pekerjaan.

       Para bawahan dapat seenaknya menentukan deadline mereka sendiri. Beda dengan swasta, pengawasan sangat ketat, sehingga deadline menyelesaikan suatu pekerja sangat terkontrol. Lemahnya pengawasan dari atasan ini juga mengakibatkan para PNS bekerja sesuai irama mereka sendiri. Masuk atau tidak masuk kerja, tidak masalah. Kalau pun dipermasalahkan, hanya sebatas teguran lisan semata. Pekerjaan yang bisa diselesaikan selama dua jam, bisa diselesaikan dalam dua hari. Toh dalam pikirannya tidak ada sanksi (hukuman) kepada pegawai yang tidak produktif.

Mimpi Banyak Orang

       Memang mimpi menjadi PNS selalu menjadi harapan banyak orang di negeri ini. PNS identik dengan jabatan kantoran yang jauh dari kotoran. Duduk manis di meja birokrasi. Gaji tiap bulan tinggal ditunggu. Bagi PNS, yang penting ada kepastian gaji dan tunjangan tiap bulan. Menyangkut prestasi kerja atau kinerja, bergantung pada pengabdian seseorang. Bahkan tidak sedikit PNS yang kerjanya hanya datang, duduk lalu pulang tanpa meninggalkan sedikit torehan kinerja. Kondisi ini amat kerap terjadi di berbagai instansi.

       Sementara budaya masyarakat kita yang masih malas dan tidak pernah berkemauan untuk berwiraswasta menjadi factor penyumbang persolan ini. Kendati penerimaan CPNS selalu diwarnai berbagai bentuk kecurangan dan persoalan lain, namun masyarakat seolah tidak jera dengan persoalan ini. Dalam penerimaan CPNS,  setiap tahap selayaknya dilibatkan tim pemantau independen dan kepolisian agar terhindar dari berbagai bentuk persoalan seperti kebocoran soal dan kekurangan soal atau lembar jawaban pada saat pelaksanaan sampai pada pengumuman yang benar-benar transparan.

       Dalam hal pengumuman hasil tes, panitia semestinya diberi kewenangan penuh untuk mengumumkan hasil tes secara objektif dan transparan. Panitia harus berani menolak intervensi apa pun. Harus diupayakan setiap lembar jawaban diberikan kembali kepada peserta tes dan diberitahukan skornya. Bahkan, jika mungkin soal ujian pun tidak perlu ditarik lagi, berikan saja kepada peserta agar peserta mengetahui soal mana yang dijawab salah dan yang dijawab benar. Jika itu dilakukan, kita akan acungkan jempol dan publik pasti puas.

       Apalagi dengan adanya UU tentang Kebebasan Informasi Publik, masyarakat wajib tahu, mengapa seseorang lulus dan mengapa seseorang tidak lulus dalam tes CPNS. Panitia pun harus menyediakan juga kotak pengaduan bagi peserta yang merasa dirugikan. Jika sekarang pemerintah sedang gencar-gencarnya mewacanakan reformasi birokrasi, sesungguhnya esensi reformasi birokrasi diawali dari bagaimana pemerintah menyaring calon-calon birokratnya secara amanah dan profesional.

       Sebenarnya persoalan terkait dengan PNS bukan hanya pada saat penerimaan. Setelah bekerjapun banyak persoalan lain yang muncul. Stigma negatif yang selama ini disandang PNS tersebut berkaitan dengan kinerja mereka. Hampir setiap hari kita mendapati gambaran kinerja para pegawai pemerintah itu kerja asal-asalan dan seenaknya sendiri. Di tempat kerja mereka sering terlihat santai, duduk-duduk sembari membaca koran. Tidak jarang pula kita dapati banyak ibu-ibu yang masih berseragam PNS tengah asyik berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan.

       Ironis. Gejala PNS “berpenyakit” itu hampir terjadi di seluruh daerah. Yang menjadi aneh adalah mengapa penyakit yang telah lama diketahui publik itu dibiarkan saja dan tidak segera diobati?  Jika dibiarkan, penyakit itu bisa menjadi penyakit kronis yang pastinya akan merugikan tidak hanya bagi negara tapi juga bagi masyarakat secara luas. PNS adalah pekerja-pekerja pemerintah, pengemban tugas sebagai pelaksana pembangunan yang gajinya diambil dari pajak rakyat.

      Harapannya, jika pembangunan maju, kesejahteraan rakyat juga terangkat. Lantas apa jadinya pembangunan jika dikerjakan dengan asal-asalan? Apalagi PNS mendapatkan gaji dari uang rakyat. Apa mereka PNS tidak merasa malu dengan rakyat jika kinerja mereka seenaknya sendiri. Untuk itu kita merasa perlu adanya perubahan atau bahkan revolusi di tubuh PNS. Harus ada upaya keras dari pemerintah untuk memberikan shock therapy agar PNS betul-betul terbangun dari tidur panjangnya yang buruk itu.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here