Malang, restorasihukum.com – Maraknya kasus pencurian helm sepeda motor di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) setahun terakhir, menginspirasi lima mahasiswa membuat prototype helm lipat yang mudah disimpan dalam tas ransel atau jok sepeda motor.
Kelima mahasiswa UB ini adalah Dharma Sucipto (Teknologi Industri Pertanian Angkatan 2012), Reinhartd Alexandro (Teknikan Pertanian, Angkatan 2012), Dwi Novanda Sari (Teknologi Industri Pertanian, Angkatan 2013) dan Rofifah Yusadi (Perencanan Wilayah Kota Angkatan 2013).
Di ketahui saat ini mereka sudah mulai memasarkan helm ini dengan lima model pilihan. Model pertama adalah dengan desain tribal angkasa, model kedua adalah desain tribal animal, model ketiga adalah desain animal, keempat desain bunga dan terakhir model couple yang dijual dengan harga Rp 180.000.
Helm buatan mereka ini di namakan X-FLEM atau kepanjangan dari Extra Cool Folding Helmet menggunakan teknologi Jelcoated, dibawah bimbingan Yusron Sugiarto, STPM, Dosen Fakultas Pertanian UB.
Saat di konfirmasi Dharma yang ditunjuk sebagai ketua kelompok pembuatan helm ini menceritakan, ide pembuatan helm ini berawal dari keluhan mahasiswa karena terlalu sering kehilangan helm.
Ia juga menambahkan bahwa bentuk helm buatannya sama seperti helm standard, yang banyak dijual di pasaran.
Kendati demikian helm buatannya ini sedikit mahal. Apabila di pasaran helm berharga Rp 150.000, helm X-Felm seharga Rp 180.000. “Helm ini jika dilipat ukurannya susut menjadi 60 persen,” aku Dharma.
Menurut Dharma cara melipat helm tersebut cukup mudah, karena membutuhkan waktu kurang dari 10 detik saja. Berbeda saat mengembalikan posisi helm ke posisi semula. Waktunya menjadi lebih panjang karena pengguna harus mengaitkan beberapa pengunci di helm supaya posisi lipatan helm tak bergeser.
Helm tersebut memiliki lipatan sebanyak tiga buah. Dua lipatan terdapat di bagian telinga kanan dan kiri dan satu lipatan lagi ada dibagian belakang. Dengan system lipatan ini, helm X-FLEM mampu disimpan di tas ransel.
Selain lipatan helm, mereka juga memasang Jelcoated, yaitu sebuah cairan pendingin berbentuk gel di helm. Cairan itu ditempatkan tepat di atas ubun-ubun pengguna helm, yang berfungsi untuk mempertahankan suhu helm saat dikenakan agar tetap sejuk dan juga dapat menyerap panas hingga 21 persen. “Teknologi yang kami pergunakan adalah Jelcoated sehingga aman dan nyaman dipergunakan,” jelas Dharma.
Sementara proses pembuatan helm ini sendir terbilang panjang, butuh waktu hingga satu bulan untuk membuat bahan helm tersebut. Karena seetelah bahan selesai, mereka masih butuh waktu satu bulan untuk merakit. Total waktu yang dibutuhkan 2,5 bulan.
Helm yang mereka buatpun masih belum sempurna lantaran masih butuh memasang plasting di sekitar lipatan helm, dan memasang pengunci helm supaya tak bergeser jika digunakan.
Mereka berjanji kekurangan helm ini akan di rampungkan segera, karena helm tersebut akan diikutkan lomba Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) 2015.(af)











