Nganjuk, restorasihukum.com – Hujan yang cukup deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah pegunungan di Kabupaten Nganjuk, mengakibatkan bencana. Kali ini, sebuah tebing setinggi 10 meter, ambrol karena tidak mampu menahan derasnya hujan dan kencangnya angin hingga terjadi longsor di Dusun Larangan, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, akhir pekan kemarin.
Tebing yang longsor menerjang rumah milik Ngaimun (43) warga setempat, hingga mengalami rusak parah yang mengakibatkan dinding bagian belakang rumah jebol tertimpa material batu dan tanah.
Menurut Ngaimun, longsor terjadi sekitar pukul 18.00 WIB , Saat peristiwa terjadi, hujan masih mengguyur kampungnya. “Semua terjadi begitu tiba- tiba dan secepat itu musibah menimpa kami,”ujarnya.
Peristiwa itu benar-benar membuat panik seisi rumah, tiga anggota keluarga yang ada di dalam rumah langsung lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sedangkan Ngaimun dibantu tetangganya berusaha menyelamatkan barang-barang miliknya ke rumah mertua yang tidak jauh dari rumah miliknya.
Sementara itu petugas gabungan dari BPBD, Tagana dan Polsek Loceret yang datang ke lokasi langsung mengecek kondisi tebing, Karena khawatir terjadi longsor susulan, apalagi bencana terjadi pada malam hari.
Namun reruntuhan timbunan material tanah dan batu akan dibersihkan esok paginya, karena malam ini tidak memungkinkan untuk langsung melakukan pembersihan. “Beruntung dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, hanya korban diperkirakan mengalami kerugian material hingga puluhan juta rupiah,” terang Aris dari Tagana Nganjuk.
Aris menambahkan, sebelumnya bencana serupa juga terjadi di perbatasan antara Desa Klodan dan Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Akibat hujan deras, tebing setinggi 7 meter lebar 5 meter, runtuh hingga mengakibatkan longsor. “Bahkan banyaknya material tebing yang longsor menutupi jalan, menyebabkan akses jalan menuju ke dua desa tersebut lumpuh total, “imbuhnya. (kam/dra)








