Medan, restorasihukum.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong penguatan integrasi ekonomi antarwilayah di Sumatera untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Tito saat membuka Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).
Tito menilai Sumatera memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi, mulai dari sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga posisi strategis di jalur perdagangan internasional. Sumatera juga memiliki sekitar 63 juta penduduk atau 21,9 persen dari total populasi Indonesia.
“Saya yakin keunggulan Sumatera itu sumber daya alamnya luar biasa baik di darat maupun yang laut, baik di permukaan maupun yang di bawah permukaan, makanya disebutkan pulau emas, pulau harapan,” ujar Tito.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pembangunan yang tidak lagi berjalan secara sektoral. Integrasi produksi, pasar, infrastruktur, dan perdagangan antardaerah hingga lintas negara dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Yang saya tangkap adalah integrasi regional, integrasi ekonomi pembangunan regional,” katanya.
Tito juga mendorong penguatan konektivitas lintas Sumatera agar tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi turut menjadi penggerak pusat-pusat ekonomi baru.
Selain itu, kerja sama antardaerah dinilai dapat memperkuat pasokan komoditas sekaligus mengendalikan harga. Daerah dengan pasokan pangan yang cukup dapat bekerja sama memasok wilayah yang mengalami kekurangan sehingga tekanan harga dapat ditekan.
“Kalau itu bisa dikerjasamakan maka daerah-daerah yang inflasinya tinggi, harganya tinggi karena suplainya kurang, bisa disuplai dari daerah yang cukup suplainya,” jelasnya.
Kerja sama ekonomi tersebut juga perlu diarahkan untuk menangkap peluang pasar negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pemerintah pusat, kata Tito, turut menyusun konsep untuk menjadikan Sumatera sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional.
“Saya mengapresiasi betul dan mengharapkan kerja sama yang dilakukan antardaerah. Pemerintah pusat juga menyusun konsep untuk membangun region Sumatera ini salah satu kekuatan ekonomi,” tuturnya.
Tito menegaskan penguatan ekonomi Sumatera akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kerja sama antardaerah perlu diwujudkan melalui program konkret yang mendorong investasi, perdagangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Naiknya Sumatera akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional, karena angka nasional itu agregat dari usaha pusat dan usaha di daerah,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri gubernur dan wakil gubernur se-Sumatera. Dalam forum itu, Mendagri juga mendengarkan berbagai aspirasi dari kepala daerah serta menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dan berita acara pembentukan Forum Sumatera 10 oleh gubernur dan wakil gubernur.(Red)











