Tanjung Perak, restorasihukum.com – Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim menerima piagam penghargaan dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 atas keberhasilan pengamanan dan kelancaran arus mudik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Penghargaan diserahkan di Mapolres Tanjungperak dan diterima langsung oleh Kapolres AKBP Wahyu Hidayat, pada Senin (19/01/2026).
Piagam diberikan oleh General Manager (GM) Kalimas dan Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa, Ana Adiliya, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Polres Pelabuhan Tanjungperak dalam menjaga kondusivitas serta mengawal operasional angkutan penumpang selama masa puncak.
“Kami sangat bersyukur seluruh rangkaian pelayanan Nataru 2025/2026 di Pelabuhan Tanjung Perak berjalan aman dan tertib, berkat kerja keras rekan-rekan kepolisian,” ujar Ana Adiliya.
Menurut Ana, sinergi antara Polres Pelabuhan, Pelindo, dan seluruh stakeholder menjadi kunci utama kelancaran arus mudik.
Berdasarkan evaluasi Pelindo, selama Nataru kali ini, jumlah penumpang yang naik dan turun melalui Terminal GSN mencapai **117.702 jiwa**, meningkat 2,16 persen dibanding periode sebelumnya yang sebanyak 115.210 jiwa. Puncak kepadatan terjadi pada 22 Desember 2025 untuk arus berangkat (4.910 jiwa) dan 28 Desember 2025 untuk arus kedatangan (5.086 jiwa). Rute Makassar menjadi yang paling diminati dengan total 14.857 penumpang, sementara PT Dharma Lautan Utama (DLU) mendominasi pelayanan dengan 59,46 persen dari total penumpang.
Selama 22 hari masa operasi Posko Terpadu (18 Desember 2025 – 8 Januari 2026), keterlibatan personel Polres Pelabuhan Tanjungperak dianggap krusial, terutama dalam pengaturan massa di titik krusial serta pemisahan zona operasional penumpang dan logistik. Koordinasi lintas instansi, termasuk KSOP, TNI AL, dan Distrik Navigasi, memastikan layanan publik tetap prima meski terjadi lonjakan penumpang.
Kapolres AKBP Wahyu Hidayat menyampaikan terima kasih atas apresiasi tersebut.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi jajarannya untuk terus memberikan rasa aman di wilayah objek vital nasional. Namun, memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah tugas dan kewajiban kami,” ujar AKBP Wahyu.
Keberhasilan ini menjadi contoh sinergi efektif antara kepolisian, operator pelabuhan, dan instansi terkait dalam mendukung pelayanan publik di masa libur panjang.(Red)












