Pasuruan, restorasihukum.com – Dengan adanya Pandemi penyebaran COVID -19. Membuat dunia pendidikan di Indonesia menerapkan sistem pembelajaran secara Luring ataupun secara Daring
Salah satunya adalah SMPN 2 Sukorejo yang berada diwilayah Desa Sebandung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mulai merencanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran baru 2020/2021 dengan metode Luring (offline) dan Daring (online).
“Fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) melalui Luring maupun Daring di SMPN 2 Sukorejo siap diterapkan mulai bulan Juli 2020,” terang H. Tekad Suprihantono selaku kepala sekolah SMPN 2 Sukorejo kepada media restorasihukum.com, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (21/07/20).
Melalui Workshop yg digelar tgl 16-17 Juli 2020, lanjut Tekad, semua guru dibekali dengan berbagai macam aplikasi.
“Untuk menerapkan sistem pembelajaran secara online, para guru pembimbing akan dibekali dengan aplikasi yang paling mudah, murah dan cepat. Sehingga, baik guru maupun siswa mudah memahami aplikasi google meet ini,” tuturnya.
Nantinya para guru akan standby di laboratorium komputer sekolah pukul 07.00 sesuai jadwal yang telah disusun dan sudah di share pada siswa.
“Adapun materi pembelajaran adalah materi yang esesional, mudah dipahami dan tidak membebani siswa dalam mengerjakan tugas sehari-hari. Selain penyampaian materi pembelajaran melalui luring dan daring, siswa bisa aktif untuk bertanya,” paparnya.
Tekad menambahkan, untuk siswa yang tidak mempunyai gadget, bisa meminjam orang tua atau ke teman dekat. Tentunya dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan.
“Alternatif terakhir bila siswa kesulitan dalam mengikuti pembelajaran, siswa bisa datang kerumahnya guru terdekat atau guru akan mendatangi rumah siswa (visit home),” tambahnya.
Tekad berharap, siswa bisa menerima pembelajaran dimasa pandemi COVID -19 dengan maksimal.
“Semoga pembelajaran dengan sistem Luring (offline) dan Daring (online) di SMP Negeri 2 Sukorejo ini bisa diterima siswa dengan baik dan maksimal. Berharap juga COVID -19 cepat sirna di negeri tercinta. Sehingga, pembelajaran disekolah bisa normal kembali,” harapnya. (sy)












