Pengungsi Pascabencana Sumatera Turun 47 Persen Selama Ramadan

0
72

Jakarta, restorasihukum.com – Jumlah pengungsi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan tren penurunan signifikan sejak awal Ramadan 2026.

Seiring percepatan penanganan di lapangan, jumlah pengungsi terus menurun. Data terbaru pada Kamis (5/3/2026) pagi menunjukkan jumlah pengungsi tersisa 6.873 jiwa, terdiri dari 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumatera Utara.

Berdasarkan laporan harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, jumlah pengungsi pada awal Ramadan atau 20 Februari 2026 tercatat sebanyak 12.994 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.144 jiwa berada di Aceh dan 850 jiwa di Sumatera Utara, sementara Sumatera Barat telah tidak memiliki pengungsi yang tinggal di tenda.

Dengan demikian, dalam waktu kurang dari dua pekan jumlah pengungsi berkurang sebanyak 6.121 jiwa atau sekitar 47,1 persen dibandingkan kondisi awal Ramadan.

Penurunan tersebut sejalan dengan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga provinsi terdampak. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum, dari total rencana pembangunan 18.309 unit huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar, hingga 4 Maret 2026 telah rampung sebanyak 12.279 unit atau sekitar 67 persen.

Selain itu, pembangunan hunian tetap (huntap) juga terus berjalan. Dari total rencana 36.669 unit huntap di tiga provinsi tersebut, sebanyak 1.363 unit saat ini dalam tahap pembangunan dan enam unit telah selesai.

Di sisi lain, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak telah terealisasi sepenuhnya. Dari total 10.783 penerima di tiga provinsi, seluruhnya telah menerima transfer dana ke rekening masing-masing.

Sementara itu, Kementerian Sosial juga tengah memproses penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 175.211 jiwa atau 47.686 kepala keluarga di 37 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak dengan total anggaran mencapai Rp236,53 miliar.

Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan percepatan relokasi pengungsi menjadi prioritas dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Target tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat (27/2/2026).

“Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda, tetapi sudah berada di hunian sementara atau menerima Dana Tunggu Hunian,” ujar Tito.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here