Penyalahgunaan BBM Jatah TNI Dijual Ke PT Patria Binaya Persada

0
630

Kediri, restorasihukum.com – Penyalahgunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh oknum kepergok tim ungkap fakta yuridis media restorasihukum.com yang kebetulan curiga akan asal usul solar yang di angkut oleh PT Patria Binaya Persada karena truk tangki pengangkut solar non subsidi tersebut dari arah yang tidak semestinya.

Berawal dari informasi masyarakat yang melihat kejanggalan truk pengangkut solar non subsidi yang keluar masuk dari kesatuan Bekang ( Pembekalan dan Angkutan) TNI Angkatan Darat yang ada di Kota Malang, tim berusaha menelusuri kebenaran akan informasi tersebut. Melihat truk tangki yang sedang melintas sesuai dari sumber yang enggan namanya di sebutkan, tim menghampiri truk yang akan bongkar BBM di wilayah polres Kediri menyampaikan bahwa solar jatah Bekang diambil seminggu 3 kali oleh PT Patria Binaya Persada. “Dalam seminggu bisa tiga kali pengambilan pak PT Patria Binaya Persada di Malang, tapi nama saya jangan disebutkan ya pak, saya takut, kalau lebih tepatnya coba bapak intai saja, pasti dalam seminggu akan ketemu.” Ungkapnya.

Kemudian dibenarkan oleh sopir PT Patria Binaya Persada bernama Faris yang mengaku dari Surabaya daerah Kapasan mengatakan. “Ambilnya di Malang mas, di bagian BBM (Bengkang), habis ambil dari sana kita kembali ke kantor lalu bikin DO untuk dikirimkan ke Kediri. Oh ya mas. Sekarang di Bekang barangnya masih 80 ton. Kami ambil dengan harga Rp 9.250.” Ucapnya.

Saat ditanya oleh tim ungkap fakta yuridis siapa yang bertanggung jawab akan kegiatan tersebut Faris menyampaikan bahwa yang bertanggung jawab orang Bekang. “Yang bertanggung jawab orang bagian BBM (BEKANG) mas, mobil langsung keluar,” ucapnya.

Sementara ketua lembaga swadaya masyarakat Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (LSM FAAM) Jawa Timur Indra Susanto saat dimintai komentarnya bahwa BBM tersebut diperuntukan untuk operasional TNI AD bukan untuk diperjual belikan.

“Menghimbau kepada jajaran TNI AD jangan pernah memperjual belikan BBM yang telah di berikan oleh pemerintah untuk operasional pasukan TNI AD,” ucapnya (19/11).

Dari temuan tersebut Indra juga berharap pihak Kodam 5 Brawijaya memeriksa oknum anggota TNI AD bagian BBM (bekang) yang diduga kuat telah berklaborasi dengan PT Patria Binaya Persada untuk memainkan selisih harga BBM yang saat ini melambung tinggi. “Saya berharap Pangdam 5 Brawijaya segera periksa kebenaran informasi ini dan jika benar adanya oknum dapat ditindak sesuai jalur hukum yang ada.” Tandanya. (Red/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here