Waspada Siklus Iklim Ekstrem Super El Nino Bayangi Kawasan Asia Tenggara

0
3

Surabaya, restorasihukum – Fenomena iklim ekstrem ini terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator bagian tengah dan timur melonjak secara tidak wajar. Sebuah siklus El Nino secara resmi diklasifikasikan masuk ke dalam kategori super ketika anomali pemanasan air laut melampaui ambang batas 2 derajat Celcius di atas rata-rata.

Secara teknis kondisi kemarau panjang ini dipicu oleh anomali melemahnya angin pasat yang secara normal bertiup ke arah barat. Akibatnya massa air hangat raksasa berbalik arah dan berkumpul di pesisir Amerika Selatan. Pergeseran suhu termal yang sangat besar ini menghasilkan sirkulasi udara yang menekan pergerakan uap air dan secara efektif menahan pembentukan awan hujan di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Dampak meteorologis dari pergeseran ini sangat destruktif. Data historis dari siklus tahun 1997 dan 2015 menunjukkan bagaimana anomali ini memicu defisit curah hujan ekstrem, kekeringan parah, hingga kebakaran hutan masif di wilayah kita, sementara di saat bersamaan menciptakan badai dan intensitas hujan berlebih yang memicu bencana banjir bandang di pesisir barat benua Amerika.

 

Merespons ancaman hidrometeorologis tersebut, kesiapsiagaan mitigasi lintas sektor kini menjadi sangat krusial. Langkah strategis yang komprehensif mulai dari manajemen tata kelola cadangan air, pemantauan titik api untuk mencegah kebakaran hutan, hingga penyesuaian kalender tanam pada sektor pertanian mutlak diperlukan guna meminimalisasi kerugian ekologis dan ekonomi secara nasional. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here