Surabaya, restorasihukum.com – Acara deklarasi majelis pers nasioal (MPN) tanggal 11 april 2017 yang diselenggarakan di taman Mundu gelora 10 november Tambaksari Surabaya yang di ketuai oleh H. Umar Wirohadi. SH.MM berlangsung sangat meriah.
Acara tersebut dihadiri oleh presiden komite perdamaian dunia ( the world peace communitee president) “Prof. Dr. Djuyoto Suntai”, divisi humas polda jatim, bapak-bapak veteran surabaya, LSM, pimpinan redaksi (pimred) dan wartawan dari media cetak maupun online dari berbagai daerah di seluruh indonesia yang mendukung acara deklarasi majelis pers nasional ( MPN).
Dalam acara deklarasi majelis pers nasional (MPN) tersebut di meriahkan oleh penampilan orkes dangdut dari om new lehata gresik dan tarian ngremo juga musik biola dari adik-adik surabaya.
Sebelum acara deklarasi majelis pers nasional (MPN) di mulai para media di suguhkan oleh penampilan musik dangdut dari OM NEW LEHATA, sambil menunggu artis penyanyi dan para tamu undangan dan para pimred dan wartawan yang masih belum datang.
Acara dimulai dengan pembukaan pembacaan surotul fatihah, kemudian menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya oleh seluruh undangan yang hadir dalam acara tersebut, dilanjutkan oleh tarian ngremo, dan musik biola oleh adik adik surabaya.
Pertama, Sambutan dari ketua panitia majelis pers nasional (MPN) ” H. Marjuki ” menyampaikan terima kasih atas kehadiran pimpinan redaksi, wartawan dari berbagai media di seluryh indonesia yang telah mendukung keberadaan MPN dalam deklarasi hari ini. MPN merupakan wadah bagi media-media yang belum teradopsi oleh lembaga-lembaga yang di sana. Dan sekitar 124 media klan diberikan semacam pembiaan atau anti hoak dll.
Juga menyampaikan terima kasih atas kehadiaran bapak-bapak veteran surabaya, bapak-bapak dari perwakilan dari perintis kemerdekaan RI jatim, bapak kepala divisi humas polda jatim serta bapak presiden komite perdamain dunia” prof. Dr .djuyoto suntani dalam acara deklarasi MPN ini.
Kami bersukur sekali atas terbentuknya MPN dan atas dukungan teman-teman media, mulai dari kemarin tgl 10 april 2017 melakukan konvoi yaitu konvoi damai, konvoi tentang pemberitahuan bahwa MPN hadir di kota surabaya jatim. Kami juga akan melakukan koordinasi-koordinasi keseluruh daerah hingga luar pulau sampai skala inter nasional.
Kedua, sambutan dari divisi humas polda jatim menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran kombes polda jatim karena hari ini bertepatan beliau ada acara dan saya mewakili beliau. Sekali lagi kami mohon maaf dan kami personil dari polda jatim mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggarahnya deklarasi MPN pada hari ini.
Ketiga, sambutan dari ketua MPN ” H.Umar wirohadi SH.MM ” mengatakan, bahwa hari ini 11 april 2017 di tancapkan tonoggak sejarah di Surabaya, yg merupakan baro meternya indonesia yaitu lahirnya MPN, ” Hidup MPN !!!
Umar juga mengenalkan semua punggawa-punggawa pengurusmajelis pers nasional (MPN) sehingga terlaksannya acara deklarasi MPN ini. Dan juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan redaksi (pimred) dan wartawan seluruh indonesia yang mau mendukung lahirnya MPN.
“MPN lahir itu karena kami merasakan ada penderitaan, ada rasa cemas dari kalangan wartawan, ada rasa putus asa dar taman-teman jurnalis yg meliput disetiap pemda-pemda / pemkot-pemkot, karena di rasa ada penolakan-penolakan karena teman-teman belum UKW, makanya kami sisini mewadai.
“MPN ini cinta NKRI, MPN ini berlandaskan pancasila, MPN ini sudah mempunyai legalitas dan mepunyai kekuatan hukum. Maka dari itu ayo teman-teman rapatkan barisan untuk mendobrak tirai-tirai yang di hadapi saat ini.
“MPN akan memberikan advokasi jika tersandung masalah hukum, yang nanti akan di tangani ketua III bpk Yus mengenai advokasi dan investigasi. Dan yang di tangani ketua II bpk Gatot Irawan adalah membartikan pembinaan pandidikan diklat-diklat, memberikan kemampuan tambahan untuk dalam penulisan, jadi nanti kita katakan tidak dengan berita bohong.
Jadi tidak akan ada lagi penolakan-penolakan kepada anggota MPN. Kami akan memberikan surat selebaran atau surat pemberitahuan kepada pemda-pemda atau pemkot-pemkot se-indonesia bahwa, MPN itu ada tidak bisa kita pungkiri bahwa di nadi MPN ada gelora Gajah Mada yang akan mempersatukan jurnalis seluruh indoneasia.
Keempat, sambutan dari presiden komite perdamaian dunia ” prof. Dr. djuyoto suntani” menyampaikan selamat dam sukses atas terselenggarahnya deklaraai MPN secara resmi. “Saya hadir disini karena melihat tidak adanya keadilan pada jurnalis-jurnalis yang berpotensial ini. Dan wartawan adalah profesi yang mandiri, independen, terhormat yg bisa menentukan hitam-putihnya dunia.
Ada 5 alasan kenapa saya mau hadir di acara deklarsai majelis pers nasional (MPN) ini yaitu: pertama, karena profesi wartawan adalah profesi yang mulia. Kedua, karena tidak adanya keadilan dalam anggota MPN ini. Ketiga, Semua umat manusia tidak lepas dari pemberitaan dan opini. Keempat, lembaga kami untuk bersama-sama membangun peradaban baru. Dan yang Kelima, Saat saya muda dulu, saya adalah serorang wartawan.
Sekali lagi selamat dan sukses kepada pengurus dan anggota MPN atas deklarasi MPN ini. MPN adalah lembaga independen. Bersama MPN wartawan harus kaya raya, berwibawa, sejahtera, ikut mengatur dunia, menjadi pribadi yg kokoh dan tangguh dan bersama MPN kita tentukan peradaban dunia, di mulai 11 april 2017 dan kita harus bersatu, bersatu dan bersatu. Dengan bersatu MPN tidak bisa di goyahkan dengan apapun juga.
“Pada tanggal 20 april nanti saya akan menerbitkan buku yang berjudul ” djuyoto suntani orang yang berpengaruh di planet bumi ini”.
Terakhir adalah penandatanganan deklarasi MPN oleh presiden komite perdamaian dunia. ” Prof. Dr. Djuyoto Suntani” dan penyerahan buku kepada ketua umum dan jajaran pengurus MPN.
Di meriahkan oleh orkes om new lehata, tidaK hanya para tamu undangan tapi juga warga surabaya yang melewati jalan didepan taman mundu di hibur oleh artis-artis cantik dari om new lehata sampai acara selesai. (Sy/abr)











