Plafon Ruang Kelas SDN Ngulanan Ambrol

0
406

Bojonegoro (beriajatim.com) – Pasca ambrolnya plafon ruangan kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ngulanan 2, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, yang terjadi dua bulan lalu, proses belajar mengajar berjalan seperti biasa. Para siswa nampak serius menyimak pelajaran yang disampaikan gurunya.

     Namun sesekali para siswa maupun guru yang sedang mengajar di ruang kelas V dan VI itu menengok keatas karena atap bangunan yang ditempati proses belajar mengajar kondisi plafonnya ambrol. Bahkan kayu kuda-kuda atap disangga menggunakan tangga kayu.

      Seperti diketahui, siswa kelas V SDN 2 Ngulanan itu sebanyak 28 siswa. Sedangkan total siswa dari kelas 1 hingga VI sebanyak 182 siswa. Untuk bangunan SDN 2 Ngulanan itu sebanyak tujuh unit bangunan. Tiga diantaranya baru dibangun menggunakan DAK tahun 2014.

      Kepala Sekolah SDN Ngulanan 2, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Lilis Hariani, menceritakan bahwa plafon itu ambrol pada dua bulan lalu, beruntung saat kejadian terjadi malam hari.

     Menurut Lilis, pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan setempat untuk segera melakukan renovasi. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan. “Kepala sekolah yang dulu sudah melaporkan kondisi bangunan yang rapuh ini sejak 2014 namun belum ada tanggapan, dan sekarang ambrol juga sudah saya laporkan,” ungkapnya.

     Wanita yang baru 2 bulan menjadi kepala sekolah ini menambahkan, ambrolnya plafon kelas itu mengakibatkan proses belajar mengajar sedikit terganggu. Para guru yang mengajar merasa was-was jika sewaktu-waktu atap kelas ambrol kembali.

     “Untuk menghindari kemungkinan ambrolnya kembali plafon atap kelas yang kondisinya parah akan di kosongkan,” imbuhnya.

     Lilis menjelaskan, untuk murid kelas V rencananya akan menggunakan ruang kelas 1 sebelum atap plafon yang ambrol tersebut direnovasi. Sedangkan murid kelas satu ditempatkan di ruang kelas 2. “Untuk kelas dua nanti masuk siang, setelah kelas satu pulang. Namun sebenarnya kurang efektif kalau masuk siang,” paparnya.

      Sementara kepala Sekolah SDN Ngulanan 2, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Lilis Hariani mengatakan, pembangunan terakhir gedung ruang SDN Ngulanan itu terakhir dilakukan pada tahun 1983. Selain plafon atap yang sudah ambrol, kondisi tembok juga retak-retak.

     Skat pemisah ruang kelas di SDN Ngulanan 2 itu juga masih menggunakan papan. Cat bangunannyapun terlihat mengelupas dan warnanya mulai kusam. “Pondasi bangunan dibelakang gedung itu sudah retak, dan dindingnya juga lapuk,” pungkasnya. (srf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here