Banda Aceh, restorasihukum.com – Polda Aceh meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama mudik Lebaran 2026.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan petugas di titik-titik rawan kriminalitas maupun potensi gangguan kamtibmas menjelang hari raya Idul Fitri. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan Call Center jika membutuhkan bantuan.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110. Layanan tersebut aktif 24 jam dan tidak dipungut biaya. Apabila menemukan gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, maupun membutuhkan bantuan kepolisian, segera gunakan layanan tersebut,” ujar Irjen Pol Marzuki.
Terkait pengamanan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Aceh bersama Polresta dan Polres jajaran menggelar Operasi Ketupat Seulawah 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi ini, dibangun 61 pos, terdiri dari 34 pos pengamanan, 23 pos pelayanan, dan empat pos terpadu yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Operasi melibatkan 3.279 personel gabungan dari Polda Aceh, Polres, Polresta, serta dukungan berbagai instansi terkait, dengan tujuan memastikan arus mudik dan liburan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
“Kami menekankan kepada personel yang terlibat Operasi Ketupat Seulawah untuk menjaga kekompakan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan,” ujar Kapolda Aceh.
Mengenai kondisi kamtibmas dan arus lalu lintas mudik, Marzuki Ali Basyah menyebut situasi terpantau baik dan cukup kondusif. Ia juga mengingatkan pemudik agar berhati-hati selama perjalanan dan mematuhi arahan petugas demi keamanan dan keselamatan bersama.
“Mudik aman, keluarga bahagia,” pungkas Kapolda Aceh.(Red)














