Antisipasi Kecelakaan, Kemnaker Gelar Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Mudik 2026

0
53

Jakarta, restorasihukum.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menurunkan Tim Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memantau kondisi fisik dan risiko kelelahan pengemudi bus dan mobil travel di enam titik utama pemantauan mudik. Lokasi pemeriksaan meliputi terminal, pool bus, dan perusahaan penyelenggara mudik bersama di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samarinda.

Direktur Jenderal Binwasnaker & K3 Kemnaker, Ismail Pakaya, menjelaskan bahwa tujuan pemeriksaan ini adalah memastikan pengemudi berada dalam kondisi prima sebelum dan selama bertugas mengantarkan penumpang. Menurutnya, human error akibat kelelahan selama perjalanan jauh dengan durasi kerja panjang menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan lalu lintas.

“Penilaian ini penting karena keselamatan pemudik tidak hanya ditentukan kendaraan dan jalur, tapi juga kesiapan fisik serta kewaspadaan pengemudi,” ujar Ismail.

Tim Penguji K3 melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk pola kerja, waktu istirahat, pemeriksaan kesehatan fisik dasar, serta evaluasi faktor yang dapat memicu kelelahan selama perjalanan. Langkah ini diharapkan menjadi pencegahan dini untuk menekan risiko kecelakaan di jalan.

Selain pemeriksaan, Kemnaker memberikan edukasi kepada pengemudi dan operator transportasi terkait manajemen kelelahan kerja. Edukasi ini menekankan batas fisiologis tubuh manusia untuk tetap fokus, terutama saat berkendara lama di tengah arus mudik yang padat.

“Kegiatan ini bagian dari pendekatan promotif dan preventif K3 di sektor transportasi darat, menekankan pengendalian faktor manusia dalam keselamatan perjalanan,” jelas Ismail.

Menurutnya, pengemudi yang sehat dan tidak kelelahan akan sangat menentukan keselamatan penumpang hingga tiba di tujuan. Langkah ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemnaker, Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah agar perjalanan mudik lebih aman, nyaman, dan selamat.

“Sinergi ini diharapkan meningkatkan kesadaran pengemudi dan operator transportasi mengenai pengelolaan kelelahan kerja selama mudik,” tutup Ismail.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here