Sidoarjo, restorasihukum.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo mengungkap praktik ilegal pengoplosan LPG bersubsidi dengan menangkap dua tersangka berinisial MNH dan MR di Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, menjelaskan pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Unit II Tipidter Satreskrim Polresta Sidoarjo setelah petugas mendapati aktivitas mencurigakan di lokasi yang dijadikan tempat operasi pelaku.
“Praktik ilegal tersebut dilakukan dengan memanfaatkan rumah yang dipasangi iklan dijual di bagian depan, untuk menghindari kecurigaan warga sekitar,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, para pelaku menjalankan aksinya dengan menyuntikkan isi tabung LPG tiga kilogram bersubsidi ke dalam tabung LPG 12 kilogram nonsubsidi, kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi, yakni berkisar Rp130 ribu hingga Rp160 ribu per tabung.
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku meraup keuntungan sekitar Rp80 ribu per tabung. Dalam sebulan, keuntungan yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp19 juta hingga Rp20 juta.
Polisi juga mengungkap bahwa aktivitas ilegal tersebut telah berlangsung sejak 2022 dan merupakan pengulangan dari praktik serupa yang sebelumnya pernah dilakukan di lokasi berbeda.
Selain dua tersangka yang telah diamankan, aparat kepolisian masih memburu satu pelaku lain berinisial RD yang berperan sebagai penyuntik gas dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita ratusan tabung LPG ukuran tiga kilogram dan 12 kilogram, alat suntik, timbangan, kendaraan operasional, serta berbagai perlengkapan lain yang digunakan dalam kegiatan ilegal tersebut.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang telah diperbarui, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.
“Kami akan terus menindak tegas praktik penyalahgunaan LPG subsidi karena merugikan masyarakat dan negara,” tegas Kombes Pol Christian Tobing.(Red)











