Pasuruan Restorasi Hukum Nasional – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terletak di Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan akan segera di kerjakan.
Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menjelaskan, pekerjaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akan kami diawali dengan peletakan batu pertama (ground breaking) yang rencananya akan dikerjakan pada akhir bulan Maret atau paling lambat bulan April 2017.
“Yang paling utama dan yang paling adalah komitmennya pemerintah pusat apakah sesuai dengan kesepakatannya, harus benar-benar dilaksanakan dan kesepakatan itu kita bangun mulai dari konservasi lingkungan sampai sosialisasi. Maka kajian tentang daerah tangkapan air harus benar-benar matang dan serius. Jadi masyarakatlah yang mengawasinya dalam pembangunan proyek SPAM tersebut,” tegasnya, Kamis 02-03-2017.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan selama ini telah banyak melakukan tahapan untuk pekerjaan proyek SPAM.
Masalah ground breaking, Syaifullah Yusuf menegaskan bahwa ground breaking tak boleh menyalahi aturan dan untuk Pemerintah Pusat melakukan tahapan sosialisasi maupun kewajiban yang lainnya harus diselesaian terlebi dulu sebelum proyek dimulai dalam pekerjaannya.
“Untuk sosialisasi harus lebih jelas dan lengkap juga untuk wilayah tangkapan air harus diperhatikan demi kelangsungan dalam pekerjaan proyek sumber air.
Di sisi lain dari pihak Pemprov juga menegaskan kalau telah melakukan kajian final untuk wilayah tangkapan air tepatnya di Umbulan,” jelasnya.
Ditambahkan Irsyad, Pemkab Pasuruan juga akan tegas untuk melindungi kawasan sumber air disekitarnya untuk wilayah Umbulan, Winongan, Pasrepan, Lumbang dan wilayah sekitarnya dengan tidak memberikan rekomendasi kepada izin tambang di kawasan tersebut. “Dan Ada sekitar 14 tambang didaerah sana mulai sejak awal saya tegaskan saya tidak akan ada lagi rekomendasi tentang izin tambang,” jelasnya.
Poin-poin yang paling penting adalah sebelum pekerjaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dimulai kita akan mebangun kolam di sekitar lokasi, untuk peningkatan kapasitas pipa agar bisa mengatasi kekeringan di wilayah atas sumber Umbulan. Dan kami himbokan agar normalisasi Sungai Rejoso segera dilakukan dan dilaksanakan. “Bukannya kami mendesak tapi hanya menuntut hak kami.
Kabupaten Pasuruan juga akan melaksanakan dan melakukan kewajibannya untuk membuat tandon-tandon air 5 titik, tegas irsyad Yusuf Bupati Pasuruan.
Seperti yang kita ketahui, proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) SPAM Umbulan masuk dalam proyek strategis nasional yang menelan investasi sampai Rp.2,3 triliun.
Proyek tersebut bertujuan untuk mengalirkan air curah dengan kapasitas produksi sebesar 4.000 liter air per detik dengan jaringan sistem transmisi dari mata air Umbulan dan kita juga bekerja sama dengan lima Perusahaan, tak lain Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Provinsi Jawa Timur.
Antara lain untuk perusahaan tersebut adalah PDAM Surabaya (1.000 liter per detik), PDAM Kabupaten Pasuruan (410 liter per detik), PDAM Kota Pasuruan (110 liter per detik), PDAM Kota Sidoarjo (1.200 liter per detik), dan PDAM Kota Gresik (1.000 per detik) sehingga untuk membuat SPAM di Umbulan akan mengoperasikan jaringan pipa transmisi sepanjang 92.3 km melewati di 16 titik pasokan. (Pur)










