Malang restorasihkum.com – Proyek Sumberpitu di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang senialai lebih dari Rp. 95 milyar di duga syarat manipulasi dan tak sesuai studi kelayakan.
Dengan memanfaatkan Sumberpitu,proyek tersebut di bangun, yang terdapat sebuah mata air dengan tujuh titik yang kabarnya, berhulu di kaki Gunung Bromo dan Semeru.
Seperti yang di katakan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, bahwa debit air di Sumberpitu mencapai 1000 liter per detik. “Artinya apa, dalam satu detik, Sumberpitu mampu mengeluarkan air dengan takaran dua jerigen berukuran besar sekaligus,” ungkapnya.
“Proyek Sumberpitu didanai dari APBN melalui instansi Sumber Daya Air (SDA) pusat. Proyek itu setelah selesai, akan dikelola PDAM dan Dinas Pengairan Kabupaten Malang”, tambahnya.
Menurut Darmaji pihak dewan tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan mengenai proyek itu ataupun studi kelayakannya. Setelah proyek selesai, air Sumberpitu 80 persen akan digunakan menyuplai ketersediaan air bersih bagi warga Kota Malang, dan 20 persennya, dipakai masyarakat sekitar atau diperuntukkan bagi warga Kabupaten Malang.
Darmaji mengatakan, “Ini kan jelas ada ketimpangan. 300 Liter per detik untuk warga Kota Malang. Sisanya sekitar 100 liter per detiknya, hanya untuk warga Kabupaten Malang, dengan fakta ini, Komisi D akan memanggil pengelola dari PDAM, Dinas Pengairan Kabupaten Malang serta pelaksana proyek untuk diklarifikasi terkait hal ini”.
Sementara itu di tempat terpisah Ketua Badan Pekerja Lembaga Swadaya Masyarakat Pro Desa yang getol menyoroti proyek Sumberpitu, Ahmad Khoesaeri menambahkan, proyek tersebut dikerjakan PT Wijaya Karya. Dalam klausul proyek, harus selesai pada akhir tahun lalu.Namun kondisi proyek Sumberpitu masih berantakan dan amburadul.
“Kami melihat studi kelayan pengerjaan Sumberpitu ini tidak sesuai. Ada hal-hal yang diabaikan termasuk kelestarian lingkungan di wiayah Sumberpitu, bisa rusak,”kata Khoesaeri.
Khoesaeri yang di biasa di panggil Kus ini juga mengatakan bahwa selama ini, Sumberpitu menjadi sumber air yang menghidupi ratusan ribuan nyawa di 11 desa. 11 Desa itu berada di Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang.
Di samping itu Sumberpitu juga mengaliri areal pertanian lebih dari ribuan hektare. Namun, jika musim kemarau, selalu ada perselisihan soal sumber air bersih dari Sumberpitu.
Dan jika proyek itu dipaksakan hingga dijual untuk mencukupi kebutuhan air bagi warga Kota Malang, jelas akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan bagi warga Kabupaten Malang.(red)










