Sampang, restorasihukum.com – Pengaspalan jalan arteri Kabupaten Sampang di Dusun Olor Desa Tobai, Kecamatan Sokobanah, Sampang Madura, banyak di keluhkan warga. Pasalnya, proyek senilai Rp. 3,9 Miliar tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan. Lapisan hotmix-nya sangat tipis dan ambles setelah di lewati oleh beberapa kendaraan bermotor.
Zainuddin, 23, warga sekitar Pasar Palerenan, menuturkan, “masyarakat disini mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Sebab selama ada proyek hotmix di sekitar desa sini, baru jalan tersebut yang super tipis. Orang awam saja tahu kalau pengerjaan proyek itu cari keuntungan belaka, apalagi orang yang sudah terpelajar dan sering melihat pengerjaan proyek di lapangan,” katanya.
Selain tipis, sejumlah titik jalan sudah mulai ambles. Karena itu, Dinas PU Bina Marga dan DPRD Sampang di desak untuk memperketat pengawasan proyek jalan. “Kontrolnya yang maksimal, segera tegur, jika tidak, jangan salahkan warga apabila bertindak sendiri,” tuntutnya.
Kepala Dinas PU Bina Marga Sampang, Muhammad Zis saat di konfirmasi melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Hasan Mustofa, tidak menampik bahwa aspal di jalan itu relatif tipis. Dia juga mengakui sebagian jalan sudah ada yang ambles.
Bahkan pihaknya telah menegur rekanan proyek yang didanai DAK tambahan. Pihaknya meminta kontraktor segera memperbaiki aspal yang mulai mengelupas. “Memang ada yang ambles, rekanan sudah di tegur,” katanya.
Diakui oleh Hasan, pengerjaan baru berlangsung sekitar 40 persen. Saat ini terkendala asphalt mixing plant (AMP). Pihaknya mengklaim kerusakan dan kekurangan ketebalan aspal hanya terjadi di sepanjang jalan sekitar Pasar Palerenan. Di perkirakan sepanjang 40-45 meter. “Kami akan terus tingkatkan pengawasan melalui tim konsultan pengawas,” janjinya.
Hasan memaparkan, terdapat dua kegiatan perbaikan jalan kabupaten akses Karangpenang-Tamberu, Sokobanah itu. Perinciannya, jalan sepanjang 2,1 KM menggunakan DAK tambahan senilai Rp. 2,3 miliar. ketebalan aspal antara 4-5 CM. Kemudian, jalan sepanjang 2 KM melalui DAK reguler senilai Rp. 1,6 miliar yang di kerjakan oleh CV Malindo Jaya.
Paket pengerjaan itu diklaim rampung. Total anggaran dua proyek perbaikan jalan kabupaten tersebut sebesar Rp. 3,9 miliar. proyek tersebut mulai di kerjakan 28 Oktober lalu dan akhir kontraknya pada 28 Desember mendatang.
Proyek tersebut di kerjakan CV Faradila milik M.Munir dan CV Malindo Jaya milik M.Hari. Keduanya berasal dari Sampang. “Tapi yang CV Malindo Jaya hampir selesai,” ujarnya.
Hasan juga menambhakan, bahwa M.Munir berjanji akan menambah ketebalan hotmix depan Pasar Palerenan dan sekitarnya. Dia mengakui bahwa pengerjaan proyek belum tuntas. “Nanti akan kami tambah dan alat-alat kami tarik lagi mulai dari awal sesuai dengan ketebalan 4 CM,” janjinya. (Red)









