Sidoarjo, restorasihukum.com – Petugas gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo melaksanakan penertiban serta pengosongan tanah dan bangunan milik negara (BMN) di kawasan belakang Terminal Tipe A Purabaya, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembalian aset negara kepada Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur (BPTD) Jawa Timur.
Operasi tersebut dipimpin Korsatpel Terminal Tipe A Purabaya, Verie Sugiharto, dengan melibatkan puluhan personel gabungan lintas instansi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Trantibum Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, R Novianto Koesno Adi Putro, mengatakan keterlibatan Satpol PP bertujuan memastikan proses pengamanan dan pengosongan aset negara berjalan kondusif.
“Satpol PP Kabupaten Sidoarjo melaksanakan perbantuan pengamanan bersama unsur TNI, Polri, dan Kemenhub untuk memastikan proses pengosongan aset negara berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa adanya gangguan berarti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan penertiban dilakukan apel kesiapan yang dipimpin pihak pengelola Terminal Purabaya. Setelah itu, petugas bergerak menuju lokasi untuk melakukan koordinasi akhir dengan pihak yang menempati lahan.
Dalam proses pengosongan, petugas melakukan pemutusan aliran listrik serta pengangkutan barang-barang dari lokasi menggunakan sejumlah truk yang telah disiapkan pihak terminal. Pemindahan barang berlangsung hingga sore hari.
Menjelang malam, dua unit kompresor kecil berhasil dievakuasi menggunakan mobil jeep dan kemudian dinaikkan ke truk pengangkut. Seluruh barang milik penghuni lokasi selanjutnya diberangkatkan menuju Terminal Truk Compreng dengan pengawalan mobil patroli Kementerian Perhubungan dan personel Polsek Waru.
“Masih terdapat dua kompresor berukuran besar yang belum dapat dievakuasi karena membutuhkan alat berat. Untuk pelaksanaannya akan dijadwalkan kembali,” jelas Novianto.
Menurutnya, penertiban aset negara tersebut diharapkan dapat mendukung penataan kawasan Terminal Purabaya agar lebih tertib dan optimal dalam menunjang pelayanan transportasi bagi masyarakat.(Red)














