Pamekasan, restorasihukum.com – Warga Desa Bujur Timur,, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menemukan potensi gas alam saat mengebor sumur di pekarangan Abd Syukur (43) untuk kebutuhan air bersih.
Gas setinggi 1 meter keluar dari perut bumi kembali terjadi di Pamekasan. Tepatnya di Dusun Baban, Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar.
Kandungan gas pada sumur bor milik Abd Syukur itu, sempat membuat panik warga sekitar, karena mereka khawatir akan terjadi seperti di Sidoarjo Jawa Timur.
Dandim pihak Babinsa telah menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat di desa itu untuk tidak panik, karena kandungan gasnya kecil. Hal itu terbukti, api bisa dipadamkan hanya dengan disumbat dengan kain basah.
Rencananya sumur tersebut tetap akan digunakan oleh keluarga Abd Syukur sambil menunggu kadar gasnya hilang.
Sementara Letkol Arm Mawardi, Komandan Kodim 0826 Pamekasan, mengatakan bahwa “Pada rabu 25 Maret, kedalaman sumur mencapai 105 meter dan masih belum menemukan air. Gagal pada kedalaman itu, penggalian kembali dilanjutkan hingga kedalaman 115 meter. Baru menemukan air bercampur gas dengan aroma bau menyengat”.
Karena penasaran dengan bau menyengat itu, salah satu pekerja sumur bor mencoba menyalakan korek di sekitar sumur. “Ketika menyalakan korek api, tiba-tiba sumur bor tersebut menyembur api setinggi 1 meter,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, api dari perut bumi tersebut baru bisa dipadamkan dengan menggunakan kain basah dan batang pepaya. “Api bisa dipadamkan dengan cara itu, tetapi api akan kembali muncul jika dipancing dengan korek api,” jelasnya.
Terkait hal ini, Kepala Badan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Pamekasan, Shalah Syamlan, juga mengakui penemuan itu dan Pmengaku sudah mendengar adanya gas alam di Desa Bujur Timur tersebut. “Insya’allah Senin kita ke lokasi, untuk mengecek dan memastikan kadar gasnya,” ungkapnya.
Siketahui sumur bor milik Abd Syukur itu mulai digali pada 9 Maret 2015 dan lokasi pengeboran terletak sekitar 5 meter disamping rumahnya.(sgrt)











