Muba, restorasihukum.com – Herpendi Bin Musyarofah (27) Warga Dusun lll RT 09 RW 03 Desa Rantau Sialang, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, Terduga Pelaku pembunuhan terhadap Cinta (26) warga Komplek DC belakang MTS Sekayu kelurahan Serasan Jaya yang terjadi di jalan menuju Lapangan Terbang (Lapter) Sekayu pada Sabtu (9/7/22), berhasil diringkus Tim Serigala Musi Satreskrim Polres Muba pada Minggu (10/7/22).
Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy Melalui Waka Polres Kompol Satria Dwi Darma didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian, saat pres rilis senin (11/7/22) menyampaikan terduga Pelaku pembunuhan merupakan kekasih korban sendiri, dan ditangkap saat besembunyi di areal kebun sawit di Kecamatan Plakat Tinggi Ungkap Satria.
Setelah kita mendapat laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Anggota langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka”
Motif pembunuhan ini, lanjut Satria, disebabkan pelaku merasa cemburu dan sakit hati karena korban memiliki hubungan dengan pria lain selain dirinya.
Pelaku menusuk korban pada bagian perut dan dada korban menggunakan senjata tajam jenis pisau, setelah itu pelaku menggorok leher korban guna memastikan korban telah meninggal. Pelaku juga mengambil uang korban Rp120 ribu dan satu unit Hp”, lanjut Satria.
Atas perbuatannya, sambung Satria, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KHUP subsider Pasal 338 KUHP lebih subsider Pasal 365 Ayat (3) KUHP. “Ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal pidana mati” Tandasnya.
Tempat yang sama, tersangka Herfendi mengatakan, dirinya dan korban telah tujuh bulan menjalin asmara dengan awal perkenalan melalui media sosial, Saat itu saya jemput dia di rumahnya untuk pergi jalan-jalan sambil mencari Makanan.
Herfendi mengungkapkan, dalam perjalanan menggunakan sepeda motor, dirinya mendengar pembicaraan korban dengan seorang pria melalui Hp. “Dia bertelepon dengan seseorang, manggilnya sayang-sayangan jelasnya.
Karena itulah saya stop di jalan itu (Jalan Menuju Lapter) dan menanyainya. Namun, berhubung saya diacuhkan saya lihat di dalam jok motor ada pisau, jadi saya ambil dan tusuk bagian perut dan dada, dan saya juga mengorok leher korban untuk memastikan korban sudah mati tutupnya. (Red)












