Teroris “Sandera” Wali Kota Malang

0
184

Malang restorasihukum.com

           Penyanderaan Wali Kota Malang dan aksi tembak-tembakan antara teroris yang berjumlah 10 orang dengan pasukan Yonif 500/Raider di kawasan Balai Kota Malang itu merupakan simulasi penyelamatan dan pembebasan terhadap wali kota.

          Wali Kota Malang, Jawa Timur, Moch Anton, “disandera” para teroris bersenjata lengkap yang ingin menguasai gedung balai kota setempat, Jumat.

           Aksi tembak-tembakan antara teroris dengan pasukan Yonif 500/Raider itu bermula dari informasi yang didapat inteligen di wilayah Kota Malang, yang selanjutnya dilaporkan kepada Pangdam V/Brawijaya. Setelah mendapat laporan, Pangdam V/Brawijaya memerintahkan Danyonif 500/R untuk segera melaksanakan pembebasan sandera.

           Pasukan datang membawa dua unit kendaraan tempur taktis (Rantis), satu unit Rantis Anoa, dan satu unit Helikopter Bell 105, serta 4 unit trail serbu. Pasukan tim Gultor langsung melumpuhkan teroris yang menyandera Wali Kota Malang dan para staf.

           Danyonif 500/Raider menyiapkan tim Penanggulan Teroris (Gultor), selanjutnya Dantim Gultor melaksanakan perencanaan dan persiapan. Setelah mendapatkan informasi yang matang tentang sasaran dan kekuatan teroris, 30 personel dari tim Gultor diterjunkan ke lokasi untuk penyelamatan sandera.

           Pada saat proses penyelamatan wali kota, terjadi aksi tembak-tembakan antara teroris dan pasukan TNI. Pasukan TNI berhasil melumpuhkan teroris dan segera membawa keluar Wali Kota Malang dan para staf dalam kondisi selamat.

           Latihan dan simulasi penyelamatan yang dilakukan pasukan Yonif 500/Raider tersebut merupakan agenda tahunan agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh komponen masyarakat, khususnya pasukan pengamanan bisa menanganinya dengan cepat, tepat dan baik.

           Komandan Rindam V/Brawijaya, Kolonel Inf Agus YR Agustinus mengatakan tujuan latihan ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat di wilayah Malang. “Proses pembebasan sandera tadi berlangsung selama delapan menit, yang seharusnya bisa dilakukan dua menit, namun karena terkendala macet, upaya penyelamatan menjadi terganggu,” katanya.

           Sementara Wali Kota Malang, Moc Anton mengatakan simulasi ini merupakan pengalaman pertama baginya, bahkan dirinya sempat ketakutan saat proses penyelamatan karena harus ikut berlari-lari keluar dari gedung Balai Kota Malang.

           Menurut Beliau ini adalah pengalaman pertama baginya,dan sempat panik karena ada suara tembak-tembakan, apalagi  harus naik kendaraan rantis,yang membuatnya merasa takut sekali.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here