Tulungagung Rawan Bencana Di Lima Kecamatan

0
155

Tulungagung restorasihukum,com -Dampak Karena datangnya musim hujan seperti tanah banjir, longsor, dan angin puting beliung,sedikitnya lima dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur masuk kategori daerah dengan risiko tinggi bencana alam.

         Berdasarkan hasil pantauan dan laporan yang ada, diperkirakan cuaca ekstrim dan tak menentu akan terjadi di kawasan pesisir selatan Jawa, termasuk Tulungagung.

         Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Sunaryo, Minggu mengatakan, lima daerah yang dimasukkan kawasan “merah” tersebut diidentifikasi mengacu rangkaian peristiwa bencana alam sejenis yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

         Menurut Sunaryo, tingkat kerawanan bencana di Tulungagung meningkat karena secara geografis daerah ini dikelilingi oleh gunung dan hutan lindung yang kondisinya sudah rusak. Akibatnya, potensi terjadinya bencana lebih besar. Penyebab lain kondisi tanah yang labil di sebagian wilayah pegunungan.

         Terdapat lima kecamatan kategori rawan bencana tersebut masing-masing adalah Kecamatan Pagerwojo, Sendang, Boyolangu, Pakel, dan Campurdarat.

         BPBD Hasil pemetaan yang di lakukan BPBD menunjukkan ada potensi bencana di beberapa kecamatan lain, bencana tanah longsor rawan terjadi di Kecamatan Pagerwojo, Sendang, Pucanglaban, dan Tannggunggunung. Sedangkan angin puting beliung tercatat kerap terjadi di wilayah Kecamatan Boyolangu, Pakel, Kalidawir serta Kecamatan Tulungagung.

         Ia mengatakan,”Untuk puting beliung agak sulit menentukan karena angin dan biasa terjadi di mana saja”.BPBD telah mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk selalu waspada.

         Lembaga penanggulangan bencana daerah ini juga telah mengirimkan surat kepada setiap kantor kecamatan untuk melakukan kesiagaan secara penuh, khususnya di desa/lingkungan yang diidentifikasi memiliki potensi kerawanan tinggi.

         Selain itu,masyarakat juga telah diimbau melakukan kerja bakti lingkungan masing-masing, di antaranya membersihkan saluran air dari sampah serta menebang pohon yang sudah tua dan rawan ambruk.

         Sunaryo juga menghimbau semua warga memasuki awal musim penghujan ini agar lebih berhati-hati dan biasanya yang terjadi bencana angin puting beliung. Puting beliung ini tak bisa diperkirakan kejadiannya dimana, hanya tahun sebelumnya di daerah pakel.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here