Wamendagri Ribka Minta Pemda Proaktif Dukung Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis

0
113

Jakarta, restorasihukum.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di seluruh Indonesia untuk aktif mendukung pelaksanaan Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC). Imbauan ini disampaikan saat menghadiri peluncuran nasional gerakan tersebut yang digelar di Kantor Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (9/5/2025).

Gerakan ini secara resmi diluncurkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memberantas tuberkulosis. Ribka mengapresiasi Menkes Budi yang dinilainya konsisten berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam penguatan program kesehatan nasional.

“Ini inisiatif yang perlu segera direspons cepat oleh seluruh wilayah, dari Sabang sampai Merauke,” ujar Ribka.

Ia menegaskan bahwa penanganan tuberkulosis memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021. Untuk itu, Pemda diminta segera mengintegrasikan gerakan ini ke dalam program kerja dan penganggaran daerah.

“Kami akan pantau daerah mana yang sudah menindaklanjuti dan mana yang belum,” lanjutnya. Ribka juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kelurahan Rambutan yang telah mengambil langkah proaktif dalam penanggulangan tuberkulosis.

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya deteksi dini untuk memutus rantai penularan TBC. Ia menjelaskan bahwa meskipun TBC adalah penyakit menular yang sudah lama ada, pengobatannya tersedia dan pasien dapat sembuh jika tertangani dengan baik.

“Kalau ketahuan, langsung diobati. Obatnya tersedia dan bisa menyembuhkan,” tegas Menkes.

Ia meminta peran aktif para kader kesehatan di tingkat desa dan kelurahan untuk mengenali gejala dan melaporkan dugaan kasus TBC. Selain itu, kepatuhan pasien dalam menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan menjadi faktor penting untuk mencegah resistansi obat.

“Pastikan pasien menyelesaikan pengobatannya. Jangan berhenti di tengah jalan, karena itu bisa memperparah kondisi,” tambahnya.

Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, serta para kader Puskesmas, Posyandu, dan perwakilan pasien TBC. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here