Malang, restorasihukum.com – Upaya peningkatan modernisasi alat utama sistem senjata atau alutsista
yang saat ini mulai dibangun oleh TNI-AD, tentunya harus diimbangi dengan
peningkatan kemampuan SDM prajurit.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Jianbang Sekolah Staf dan Komando Angkatan
Darat (Seskoad), Kolonel Inf Andi Irawan Chaerudin di sela-sela kunjungannya ke Mako
Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad dalam rangka penelitian tentang analisis profesionalisme
prajurit. Selasa. (2/7).
Perwira Menengah dengan melati tiga di pundaknya itu mengungkapkan jika
modernisasi alutsista, wajib diikuti dengan adanya transfer of teknologi (TOT), terlebih
bagi satuan maupun personel yang nantinya mengawaki alutsista modern tersebut.
“Hal ini menjadi sangat penting guna mengoptimalkan peningkatan kemampuan
personel. Baik dalam operasional, maupun perawatan sekaligus pemeliharaan alutsista
yang ada,” ujar Kolonel Andi Irawan.
Senada, Dosen Utama Seskoad, Kolonel Inf Habzen Sianturi menambahkan, penelitian
yang saat ini dilakukan oleh pihak Seskoad, dinilai sangat penting untuk dilakukan guna
memperoleh data-data mengenai tingkat profesionalisme, sekaligus kemampuan SDM
para prajurit yang nantinya akan dihadapkan dengan modernisasi alutsista.
“Hasil penelitian ini, nantinya akan dijadikan sebagai bahan kajian unsur pimpinan
dalam penyesuaian, sekaligus penyeimbangan modernisasi alutsista dengan SDM
kemampuan prajurit,” imbuhnya.
Terpisah, Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad, Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy
menyebut, sebagai satuan Artileri Medan yang memiliki alutsista andalan jenis Meriam
155 MM Caesar, tentunya Armed 12 berupaya untuk terus meningkatkan kemampuan
SDM prajuritnya melalui beberapa proses latihan yang selama ini sudah berjalan
dengan baik.
“Latihan terus kita lakukan, terutama latihan dalam Satuan (LDS) di luar Proglatsi
dengan materi yang difokuskan pada operasional, maupun pemeliharaan Meriam 155
MM Caesar yang dimiliki Satuan ini,” tegasnya.
Tidak hanya profesional ketika mengawaki alutsista canggih tersebut, almamater
Akademi Militer tahun 2002 itu menegaskan jika para personel Armed 12 nantinya juga
diwajibkan untuk memiliki kemampuan merawat sekaligus memelihara alutsista modern
tersebut.
“Seluruh prajurit nantinya juga harus bisa menguasai bahasa Inggris sebagai upaya
peningkatkan profesionalisme prajurit ketika mengawaki Meriam 155 MM Caesar,” kata
Perwira Menengah TNI-AD kelahiran kota Ambon ini.
“Kebehatan TNI-AD, bukan ditentukan oleh alutsista yang modern saja. Tapi,
pembangunan kualitas SDM, hingga postur prajurit yang baik serta kemampuan teknisyang profesional merupakan tolak ukur utama guna mewujudkan satuan Artileri Medan
yang handal,” imbuhnya.









