2 Guru SDN Kejapanan Mendapat Piagam Dan Tali Asih Dari Bupati Irsyad

0
162

Pasuruan, restorasihukum.com – Sebut saja Ani Agustini dan Himmatul Ulya, adalah seorang Guru yang mengajar di SDN Kejapanan 2, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan patut diacungi jempol dan diberi apresiasi, Dikarenakan mereka berdua berani menghadapi ancaman pelaku kejahatan yang ingin menyakiti dan ingin memiliki harta benda kedua guru tersebut di saat mau pulang dari mengajar.

            Atas keberanian untuk kudua wanita tegar tersebut, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf memberikan piagam penghargaan dan tali asih kepada mereka berdua disaat kegiata olahraga yang di ikuti semua insan pendidikan di Komplek Perkantoran Pemkab Pasuruan, Jl Raya Raci Bangil, Jumat (24/03) pagi.

            Dan untuk yang hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf, Wakil Ketua II, Ny Karyawati dan seluruh pengurus, Sundaru Hadinoto selaku Pimpinan Cabang Bank Jatim Pasuruan, para Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) Pemkab Pasuruan, serta ribuan kepala sekolah, pengawas, PC PGRI, IGTKI, IGRA, Penilik dan insan pendidikan lainnya.

           Seusai memberikan penghargaan untuk kedua guru tersebut, Irsyad menegaskan bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja juga bisa menimpa di siapa saja, termasuk para guru.

           Maka dari itu, dirinya menghimbaukan kepada seluruh masyarakat agar senantiasa waspada dan hati-hati dalam berkendara, utamanya untuk para perempuan yang jadi incaran dan target sasaran para pelaku kejahatan.

“Saya ikut prihatin dengan apa yang dialami oleh kedua guru kita yang harus menghadapi perampok.

          Tapi saya ikut bahagia dan bersukur karena mereka berdua baik-baik saja, meski seisi dompetnya ludes yang dibawa oleh pelaku kejahatan. Dan semoga saja tidak terulang lagi kepada mereka berdua, juga untuk guru-guru yang lainnya sedang bertugas atau aktifitas dari mengajar harus berhati-hati,” tuturnya.

            Adik kandung Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf menyarankan,  memberikan contoh supaya terhindar dari kejahatan atau minimal mengantisipasi upaya perampasan motor yang popularnya dengan istilah begal.

           Diantaranya tidak melewati jalan yang sepi sendirian, selalu melihat pergerakan yang mencurigakan melalui spion kaca, berkendara beramai-ramai, serta apabila melihat ada seseorang yang membuntuti, maka bias meminta bantuan pengendara yang lainnya atau berhenti di jalan yang dalam kondisi banyak orang.

           “Saya mendoakan untuk keselamatannya di seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan dan semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kita,” singkatnya.

             Disisi lain Ani Agustini menjelaskan,  Tepatnya sepulang dari mengajar, ketika kami berdua berboncengan menaiki sepeda montor mau menuju ke arah Dusun Arjosari, Desa Kejapanan pada hari Jumat 17-01-2017.

             Ketika itu ditengah-tengah perjalanan, kami berdua tiba-tiba dihadang oleh dua orang laki-laki yang memakai topeng untuk meminta dompet dan menyuruh menyerahkan sepeda motor yang kita dikendarai.

             “Kalau uangnya sudah dikuras habis-habisan dan untuk kendaraan kami selamat, ketika disaat kejadian itu kami berdua berteriak untuk meminta tolong dan kami bersukur alhamdulilah, dengan teriakan kami berdua di dengar oleh warga setempat ahkirnya orang-orang tersebut pada berdatangan menuju kearah kami berdua, dan para perampok tersebut kabur dengan menggunakan kendaraan yang dipakainya dengan sangat kencang.

               Dengan kejadian yang kami alami berdua, Ani dan Ulya mengajak kepada seluruh guru yang ada di Kabupaten Pasuruan untuk berganti seragam disaat kita pulang dari mengajar.

               Hal ini kita lakukan agar tidak menjadi target sasaran dan berantisipasi. “Saya dapat saran dari orang-orang dan teman-teman, kalau bisa pakai baju biasa yang mirip orang laki-laki biar gak jadi target kepada pelaku kejahatan,” pungkasnya. (Pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here