Ada Apa Dengan Wahono Guru Tinggal Di Gudang Sekolah, Dinas Kota Malang Turun Tangan

0
266

Kota Malang, restoraaihukum.com – Gebrakan serta Tindakan Apa yang akan dilakukan oleh kemendikbudristek dipemerintahan presiden Prabowo saat ini bila menemukan Permasalahan dari sosok seorang guru pengajar yang memiliki segudang prestasi serta dedidasi kedisiplinan yang patut di jadikan contoh oleh guru – guru yang lainnya yang seharusnya mendapatkan perhatian dari kepala Dinas pendidikan kota malang.

“Namum sayang itu tidak pernah terjadi”

Sebut Wahono, guru SDN 1 Cemorokandang, Kota Malang, Jawa Timur. Sosok sederhana ini telah mengabdi sebagai guru sejak tahun 2008, bahkan mencapai status Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, ironisnya, ia hanya tinggal di gudang sekolah selama bertahun-tahun tanpa fasilitas layak.

Menjelang masa purna bakti Wahono kembali mendapatkan pukulan telak dengan mendapatkan SK Mutasi Di Pindah tertanggal 2 september 2024, yang bersangkutan di panggil diknas kota malang untuk mengambil SK tgl 23 september 2024 untuk mengajar sekolah Blimbing 4 Kota Malang.

Tidak hanya dari situ perjalanan Wahono berhenti kembali mendapatkan pukulan Telak ketika pada Hari rabu tgl 16 oktober 2024 , Dinas kota malang terjun kelapangan di dampingi oleh an Tuju perwakilan dari diknas kota malang serta didampingi oleh kepala sekolah SDN blimbing 4 Bibit Ria Rullaila, SP.d,MP.d

Berupaya untuk bertemu dengan Wahono menyampaikan.

Saya di panggil kepala sekolah dan waktu saya memenuhi panggilan ternyata sudah ada pak Tuju dan orang Dinas

Pak Tuju dan pak erik menanyakan kontrakan dan mutasi saya

Dan disampaikan juga oleh mereka berdua ASN itu siap di mutasi di mana saja

Segera untuk mencari kontrakan ! Untuk meninggalkan gudang SDN Cemorokandang 1 kota malang .

Wahono memang selama ini tinggal di gudang sekolah SDN 1 Cemorokandang, bukan di rumah dinas. Kini, ia diminta meninggalkan tempat tinggalnya tanpa ada bantuan atau solusi dari pihak terkait.

Mereka meminta wahono keluar dari gudang yang sudah ia tempati sejak 2008. Bahkan hanya disuruh mencari kontrakan tanpa bantuan apa pun.

Wahono sendiri sudah berencana mencari kontrakan, tetapi masih menunggu terkumpulnya biaya.

Beberapa dari wali murid menyampaikan kepada team ungkap fakta yuridis media restorasihukum.com 23 November 2024 dikediaman

“Jika pihak terkait tidak membantu, kami wali murid siap menyediakan tempat tinggal gratis untuk Pak Wa di rumah kami. Yang penting anak-anak tetap bisa belajar dengan beliau,” tegasnya.

Ia menambahkan, perintah tersebut terasa sangat tidak manusiawi mengingat kondisi Pak Wahono yang tinggal di gudang sekolah dengan segala keterbatasannya. “Beliau butuh waktu dan biaya untuk mencari tempat tinggal, bukan hanya sekadar disuruh pindah begitu saja.”

Bagi wali murid dan siswa, Pak Wahono bukan hanya guru, tetapi juga sosok yang membawa inspirasi dan semangat. Perlakuan yang diterimanya dari pihak terkait dianggap tidak mencerminkan penghormatan terhadap pengabdian seorang guru.

“Pak Wahono adalah manusia yang punya hati dan perasaan. Kami sangat prihatin melihat kondisi beliau. Seorang guru tanpa tempat tinggal dan dipaksa menghadapi keadaan seperti ini sungguh tidak pantas,” pungkasnya .

Lantas bagaimana kaca mata dinas pendidikan khususnya kepala dinas kota malang melihat kejadian ini .Apakah hanya membisu pura pura tuli dan buta.

Harusnya memikirkan atau memberikan Reward atas dedikasinya serta loyalitas atas kinerja P. Wahono . mengingat p.wahono memberikan serta membawa segudang prestasi selama mengajar .

Kisah Pak Wahono mengingatkan kita akan pentingnya penghargaan kepada guru sebagai pilar pendidikan bangsa, yang kerap masih jauh dari perhatian. (red/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here