Blitar, restorasihukum.com – Aksi mogok kerja Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT), maupun honorer K2 membuat kondisi pembelajaran disekolah yang ada di Kabupaten Blitar lumpuh. Diprediksi aksi ini bakal terus berlanjut hingga seminggu kedepan. Bahkan tak menutup kemungkinan aksi ini bertambah lama jika Pemerintah tidak segera memberikan kepastian nasib mereka.
Menyikapi lumpuhnya kegiatan belajar mengajar ini, Polres Blitar telah menerjunkan ratusan personilnya untuk membantu kegiatan pembelajaran disekolah tingkat SD maupun SMP yang ada di Kabupaten Blitar.
“Kita mengajarkan tematik dan juga lalu lintas. Kita akan bergilir dari sekolah satu ke sekolah yang lain. Ini sesuai instruksi Bapak Kapolres untuk mengisi kekosongan di kelas selama ditinggal mogok mengajar gurunya,” ungkap Kasat Lantas Polres Blitar, AKP M Amirullah Hakim, usai mengajar di SDN II Sododadi, Kecamatan Garum, Rabu (26/09).
Selain mengajar di kelas, polisi juga mengajak belajar di lingkungan sekolah dengan mengajarkan rambu-rambu lalu lintas pada siswa. Para siswa juga tampak antusias mengikuti pelajaran ini.
Sementara itu, Kapolres Blitar, AKBP Anisullah M Ridha mengatakan, saat ini personil mulai dari jajaran Babinkamtibmas di seluruh Polsek sudah mulai membantu kegiatan belajar di seluruh sekolah yang ada di Kabupeten Blitar baik tingkat SD maupun SMP.
“Kurang lebih ada 352 personil yang diperbantukan untuk memberikan pembelajaran disekolah. Sementara materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa-siswi meliputi pelajaran berhitung, membaca serta penyampaian tentang moral dan pesan mengenai kabar anti bohong (hoax),” kata AKBP Anisullah melalui telepon, Rabu (26/09).
AKBP Anisullah menegaskan, jika aksi yang dilakukan GTT dan PTT ini masih tetap berlanjut dari batas waktu yang telah ditentukan, maka kepolisian akan tetap sigap dan konsisten untuk membantu memberikan pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, selama ini aksi yang dilakukan GTT dan PTT berjalan kondusif dan aman serta tidak ada yang direpotkan. Karena untuk memenuhi aksinya, mereka langsung menyampaikannya ditingkat Kecamatan, Kabupaten, hingga di DPRD Kabupaten Blitar.
“Alhamdulillah aksi yang dilakukan GTT maupun PTT berjalan kondusif. Jika aksi ini berlanjut melampaui batas yang ditentukan, kita tentu tetap siap untuk membantu jalannya proses pembelajaran disekolah,” ujar Kapolres.
Untuk diketahui, GTT dan PTT di Kabupaten Blitar melakukan aksi mogok kerja sejak beberapa hari terakhir. Mereka menuntut kejelasan nasibnya, karena sudah mengabdi selama bertahun-tahun.
Sementara itu, Kepala SDN II Sododadi, Endang Supriati mengaku kewalahan, karena ditinggal lima guru honorer dan GTT mogok mengajar.
“Biasanya mereka yang mengisi, kalau ditinggal seperti ini, terpaksa kami bergantian, namun pelajaran tidak dapat berjalan efektif, karena selama ini satu guru mengajar satu kelas,” ungkap Endang.
Ia berharap ada kebijakan pemerintah untuk mengakomodir tuntutan mereka, sebab para guru ini sudah mengabdi hingga belasan tahun. Sementara, mereka hanya mendapatkan upah sekitar Rp 150 ribu per bulan. (rid)










