Amuk Massa Blok Cepu Pakai Tutup Muka Dan Kacamata

0
183

Bojonegoro, restorasihukum.com – Terkait kasus kerusuhan amuk massa tenaga kerja minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, yang mengakibatkan kerusakan gedung perkantoran PT Tripatra-Samsung Jakarta dan sejumlah mobil, Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, belum menentapkan tersangkanya.

     Dalam kasus ini Kepala Pengawas Proyek Blok Cepu dari SKK Migas Yulius Wiratno, menjelaskan tenaga kerja yang melakukan amuk massa semuanya memakai penutup muka dan kacamata.
    
     Untuk itu  kejelasan pelakunya sulit bisa diketahui, meskipun ada kamera yang bisa merekam kejadian itu. “Penutup muka dan kaca mata yang dipakai tenaga kerja memang standar yang harus dikenakan dalam bekerja di proyek Blok Cepu,” paparnya.
    
     Seperti diberitakan sebelumnya amuk massa ribuan tenaga kerja proyek minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, yang dipicu sulit keluar untuk istirahat, mengakibatkan gedung perkantoran PT Tripatra-Samsung, rusak. Selain itu, massa juga merusak sejumlah mobil, dan peralatan kantor.

     Sementara Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser, bahwa,”Kami masih terus melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi. Tapi sampai saat ini belum ada tersangkanya”.
    
      Menurut Kapolres, proses hukum dalam amuk massa di proyek minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, tetap berjalan.
    

     Mengenai pengamanan di proyek minyak Blok Cepu, dilakukan dengan mengerahkan sekitar 300 personel polres, termasuk Brimob Polda Jawa Timur di Bojonegoro.

     Karena kondisi yang ada masih menunggu hasil evaluasi pembenahan sistem pekerjaan di proyek Blok Cepu, Kapolres belum bisa memberikan penjelasan pasti.
    
     AKBP Hendri juga menjelaskan bahwa, sesuai hasil pertemuan dengan berbagai pihak terkait, pembenahan pekerjaan di proyek Blok Cepu, akan dilakukan PT Tripatra-Samsung, Jakarta, dalam dua pekan.
    
     Selain pembenahan termasuk juga menyangkut rekonsiliasi dengan tenaga kerja proyek Blok Cepu, yang melakukan amuk massa. “Setelah dua pekan akan kita evaluasi lagi hasil pembenahan sistem pekerjaan yang dilakukan PT Tripatra-Samsung,” jelasnya. (dww)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here