Manggarai Timur, restorasihukum.com – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) kini tidak lagi berfokus semata pada urusan kesehatan. Tim Pembina (TP) Posyandu Pusat bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) memperluas mandat lembaga tersebut untuk turut mengawal pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa.
Langkah penguatan ini difokuskan di Posyandu Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (8/10/2026). Sasarannya adalah memastikan kelompok rentan yang terdampak bencana tetap mendapatkan akses pemenuhan layanan dasar.
Keenam cakupan SPM yang kini menjadi ruang lingkup Posyandu meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, urusan sosial, hingga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Mewakili Ketua Umum TP Posyandu dan TP PKK Tri Tito Karnavian, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat, Safriati Safrizal, menegaskan bahwa implementasi 10 Program Pokok PKK dan perluasan fungsi Posyandu ini memegang peran krusial sebagai penggerak perubahan komunitas. Ia mengingatkan bahwa proses rehabilitasi pascabencana tidak boleh timpang.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga pemulihan ketahanan keluarga dan pemberian layanan dasar kepada masyarakat. Karena itu, keberadaan kader di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan bagi keluarga terdampak,” urai Safriati yang juga menjabat Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat.
Demi menjaga denyut pelayanan di tengah masa krisis, Safriati menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan kader Posyandu Desa Satar Padut untuk proaktif terjun ke lapangan. Edukasi kesehatan dan pendampingan harus terus berjalan agar warga bisa bangkit lebih cepat dan kuat.
Guna mendukung operasional dan kebutuhan warga, kunjungan TP Posyandu dan TP PKK Pusat ini turut dibarengi dengan dropping bantuan nyata. Untuk menunjang fasilitas kesehatan primer, diserahkan 1 paket alat ukur antropometri lengkap, paket bahan medis habis pakai (kasa, cairan antiseptik, perlengkapan P3K), 6 alat pengukur tekanan darah, serta 30 unit kursi pelayanan.
Sementara untuk kebutuhan logistik masyarakat rentan, tim menyalurkan 50 paket sembako, 50 paket makanan ringan anak, puluhan dus susu beraneka jenis, makanan pendamping balita, serta air mineral.
Agenda perluasan fungsi Posyandu di wilayah Manggarai Timur ini turut disaksikan oleh Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur Theresia Wisang, serta para perwakilan pengurus dan kader dari enam Posyandu di wilayah tersebut. (Red)












