Manado,restorasihukum.com — Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPWI Provinsi Sulawesi Utara, serta DPC PPWI Kota Manado dan Kabupaten Minahasa, dalam sebuah upacara yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-Bel Manado, Senin (4/8).
Acara pelantikan yang dimulai pukul 14.30 WITA itu berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting dari unsur TNI-Polri, pemerintah, hingga tokoh masyarakat dan insan pers. Hadir di antaranya Brigjen Pol (Purn) Drs. Hilman Thayb Mandagi, Brigjen TNI Dr. Resmanto Widodo Putro, dan Brigjen Pol (Purn) Drs. Edward Raymond Pakasi, mantan Wakapolda Sumut.
Turut hadir pula tokoh Sulut Haji Ayub Ali Albugis, mantan anggota DPRD Sulut, serta pengusaha asal Minahasa Tenggara, Haji Dahri Pakaya, S.E.. Dari kalangan pemerintah, tampak perwakilan Polda Sulut Kombes Pol Dr. Alamsyah Parulian Hasibuan, serta perwakilan Dispora, Efta Rinny Mamahit, S.E.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah kehadiran secara virtual Dr. Maya Olivia Rumantir, MA, PhD, Ketua Dewan Penasehat PPWI Nasional, yang juga dikenal sebagai Senator DPD RI dan penyanyi senior. Dalam pesannya yang disampaikan melalui video, Maya mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus baru dan mendorong PPWI untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi dan pembelaan terhadap kepentingan rakyat.
“Semoga PPWI Sulawesi Utara mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam mencerdaskan publik melalui pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Setelah prosesi pelantikan dan penyerahan Pataka kepada Ketua DPD PPWI Sulut, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DPD terpilih dan Ketum PPWI. Dalam arahannya, Wilson Lalengke menekankan pentingnya peningkatan literasi media di kalangan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa penyebaran informasi melalui media sosial harus memperhatikan struktur penulisan yang benar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
“Banyak warga menyebarkan informasi tanpa klarifikasi dan pemahaman yang cukup. Ini berpotensi menciptakan hoaks dan konflik di tengah masyarakat,” ujar Wilson sambil menampilkan beberapa contoh kasus penyebaran informasi yang menyesatkan.
Selain Wilson, sambutan juga disampaikan oleh Brigjen Pol (Purn) Hilman Thayb dan Haji Ayub Ali Albugis, masing-masing selaku Dewan Penasehat PPWI. Keduanya menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi, tanpa sekat profesi atau latar belakang.
“Perbedaan organisasi bukan alasan untuk tidak bersatu. Justru kolaborasi antar elemen, termasuk organisasi pers, menjadi kunci keberhasilan dalam memperjuangkan cita-cita pembangunan,” tegas Haji Ayub.
Acara pelantikan ini sekaligus menjadi ajang penguatan jaringan PPWI di Sulawesi Utara, dengan harapan dapat memperkuat peran pewarta warga sebagai pilar penting dalam demokrasi informasi dan pembangunan bangsa. (Red)













