Malang, restorasihukum.com – Melalui pameran Islamic Fair di Skodam V Brawijaya, Kota Malang, Pedang-pedang milik Nabi Muhammad SAW, dan para sahabatnya kini bisa dilihat masyarakat. Dimana pedang tersebut merupakan replika dari pedang sesungguhnya.
Selain replika pedang, pameran ini juga mempertontonkan replika berbagai benda milik nabi yang lain. Diantaranya, tongkat dan juga busur panah. Tongkat milik nabi terbuat dari kayusederhana dengan label nama Al Zafra. Sedangkan busur panah nabi bersepuh warna emas dengan lafal arab yang memenuhi seluruh permukaannya.
Seperti yang dipaparkan Panitia Pameran Islamic Fair, Ali Azyumardy Azra, bahwa total ada 27 replika pedang, dan berbagai benda milik nabi.
Menurut Ali meskipun pedang ini hanya replika, tak semua orang bisa membuat atau memilikinya. Panitia pameran ini meminta izin khusus dari Museum Topkapi Turki untuk bisa menduplikatnya.
Bahkan pedang dan seluruh benda dalam pameran ini dibuat langsung dari Mesir. “Koleksi repllika pedang ini milik museum Topkapi di Turki,’ paparnya.
Ali juga mnjelaskan bahwa, pengunjung dapat mengira-ngira ukuran tubuh Muhammad lewat alas kaki dan pedang yang digunakan. “Kami juga bisa mengira-ngira ukuran tubuh para sahabat yang hidup pada zaman itu,” ungkapnya.
Sementara perlu diketahui salah satu pedang yang dipamerkan di sana adalah Pedang Al Qodib, milik nabi Muhammad SAW. Pedang ini memiliki panjang sekitar 100 cm, dibungkus sarung dari kulit binatang, lalu pada sisi pedang terdapat ukiran lafal syahadat yang berarti “ Tiada Tuhan selain Allah”.
Dimana dalam penjelasannya, selain karena pemiliknya, pedang ini juga tak pernah digunakan untuk berperang, maka Al Qodib tergolong pedang yang spesial.
Selain itu, menurut Ali ada replika pedang kedua Nabi Muhammad yang turut dipamerkan di sini yang bernama Al Ma’Thur yang merupakan salah satu pedang kesayangan Nabi Muhammad karena selalu menyertainya dalam berbagai perang besar. Diantaranya perang Khondak, Badar serta Uhud.
Pedang Al Ma’Thur ini tersepuh emas dengan sarung yang berhias batu safir. Terdapat ukiran berbentuk kepala ular yang menghias di gagang pedang. Pedang ini diwariskan oleh ayah Nabi Muhammad, yaitu Abdullah Bin Abdul Mutholib.
Untuk koleksi replica pedang dan benda lain milik nabi, pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp 15.000 terlebih dulu. Selain replica ini, pengunjung bisa bebas melihat koleksi yang lain hingga akhir masa pameran.
Kepada wartawan satu pengunjung mengaku takjub dengan replika yang bisa dilihatnya di pameran itu. Apalagi, seluruh benda ini baru dilihatnya pertama kali.
“Luar biasa, setelah melihat sandal dan tongkat beliau semakin menumbuhkan rasa cinta kepada Rasul. Betapa beliau berjuang menegakkan Islam ketika semua kaum dan bahkan kerabatanya memusuhinya,” ungkapnya. (af)









