Komunitas Seni dan Budaya Lokal Desa Ramaikan Festival Candi Belahan

0
190

Pasuruan, restorasihukum.com – Kemeriahan Festival Candi Belahan yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kahoeripan bersama Pemerintah Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Minggu (29/5) tidak bisa dilepaskan dari ragam atraksi seni dan budaya yang dipamerkan.

Festival yang diharapkan menjadi agenda rutin tahunan itu menampilkan ragam acara yang unik dan menarik dari warga dan komunitas seni-budaya lokal. Sehingga mampu menyedot animo dari ratusan pengunjung.

Seperti, upacara ritual selamatan mata air Sumber Tetek, tanam bibit pohon, atraksi seni tari barong, musik tradisional patrol, teatrikal sejarah raja Kahoeripan dan temu pegiat wisata serta seni budaya Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan yang bertemakan merawat mata air dan kearifan lokal untuk peradaban yang lestaei itu resmi dibuka Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/5) di Area Candi Belahan (Sumber Tetek).

Kadispar Eka Wara Brehaspati mengapresiasi langkah-langkah konkret yang dilakukan Pokdarwis dan Pemerintah Desa setempat dalam mengembangkan potensi wisata desanya untuk lebih maju dan berkembang.

“Apalagi semangat yang diusung adalah merawat mata air dan kearifan lokal untuk peradaban yang lestari. Hal ini penting, jadi situs tidak hanya dieksplorasi, tetapi dipikirkan juga untuk dijaga dan dirawat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini ke depan harus lebih ditata lagi. Festival ini sudah bagus, tetapi perlu disempurnakan kembali. Termasuk pemda akan memberikan dukungan dalam hal melengkapi sarana dan prasarana wisata itu sendiri.

“Kedepan festival ini tentunya bisa dijadikan even tahunan yang terus dikembangkan agar dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan yang datang. Semakin banyak yang datang, maka semakin banyak uang yang berputar disini, dan endingnya masyarakat sejahtera,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonosunyo Saleh mengatakan gelaran ini hasil kolaborasi yang baik dari Pokdarwis Kahoeripan yang didukung Stapa Center dan Sampoerna Untuk Indonesia.

“Sudah lama kita ingin mengembangkan situs peninggalan leluhur ini menjadi destinasi wisata yang mengangkat kesejahteraan masyarakat Desa Wonosunyo, berkat dukungan multipihak akhirnya bisa kita mulai” ujarnya mengapresiasi. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here