Tanjungpinang, restorasihukum.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya keamanan dan keselamatan pada arus mudik Idul Fitri 1447 H di Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjungpinang, pada Senin (9/3/2026).
Mendagri Tito mengingatkan bahwa karakteristik Kepri berbeda dengan daerah lain karena 96 persen wilayahnya berupa lautan dan terdiri dari ribuan pulau.
“Pergerakan arus mudik di Kepri tentu lebih banyak menggunakan transportasi laut, makanya tolong dicek betul-betul pelabuhan serta armada kapal, pastikan semuanya layak beroperasi,” ujarnya.
Selain pengawasan transportasi laut, Mendagri meminta peningkatan pengamanan pada objek wisata, terutama kawasan pantai, dengan menempatkan petugas keselamatan untuk mencegah kecelakaan laut, termasuk pengunjung terseret arus ombak saat berenang. Ia juga menekankan agar arus lalu lintas di darat tetap aman dan lancar, berharap terjadi zero kecelakaan selama mudik lebaran.
Dalam aspek ekonomi, Tito mengingatkan agar kepala daerah menjaga inflasi tetap terkendali selama Ramadhan hingga Idul Fitri, meski sejauh ini inflasi di Kepri relatif aman. Ia juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut yang mencapai 6,98 persen pada 2025, tertinggi di Sumatera dan peringkat tiga nasional.
“Cuma yang menjadi PR, perekonomian kabupaten/kota se-Kepri belum merata, contohnya di Tanjungpinang dan Lingga masih rendah, sementara daerah lainnya sudah bagus,” ucapnya.
Tito menekankan gubernur dan bupati/wali kota se-Kepri segera menggelar rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan pasokan bahan pangan dan energi serta kelancaran arus mudik selama Idul Fitri.(Red)












