Tanjungpinang, restorasihukum.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026, yang digelar di Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, sebagai ajang pemberdayaan pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.
“UMKM merupakan salah satu sektor riil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Tito saat menutup kegiatan KURMA 2026, Minggu (8/3/2026).
Mendagri menekankan peran penting UMKM selama pandemi COVID-19, yang tetap bertahan dan berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia, termasuk contoh di Yogyakarta yang mampu tumbuh positif berkat UMKM meski tanpa industri besar.
Tito menambahkan, posisi strategis Kepri yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura memberikan peluang besar bagi produk UMKM untuk menembus pasar internasional. Ia juga memuji ragam produk ekonomi kreatif lokal yang ditampilkan dalam KURMA 2026, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner tradisional Melayu.
“Acara ini sangat positif karena menjadi ruang interaksi dan hiburan masyarakat, apalagi dilaksanakan di tepi laut dengan panorama alam dan angin segar. Semoga KURMA memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya Kepri,” ujarnya.
Gubernur Ansar Ahmad menyatakan KURMA kini menjadi agenda tahunan untuk menyemarakkan Ramadhan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kepri. Tahun ini, KURMA digelar pada 2–8 Maret 2026 di Batam dan Tanjungpinang, menampilkan festival kuliner UMKM, perlombaan Ramadhan, edukasi keuangan syariah, pelayanan publik, dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Dalam kegiatan tersebut, Mendagri Tito bersama Gubernur Ansar meninjau GPM, serta menyerahkan sertifikat juru sembelih halal dan bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap UMKM dan ekonomi rakyat.(Red)










