Menteri Kebudayaan Tekankan Komitmen Pemerintah Jadikan Budaya sebagai Fondasi Pembangunan

0
69

Sumedang, restorasihukum.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui pembentukan Kementerian Kebudayaan yang secara khusus mengawal agenda pemajuan kebudayaan sebagai amanat konstitusi.

“Memajukan kebudayaan nasional itu adalah perintah konstitusi. Jadi ini bukan hanya program, tetapi bagian dari landasan negara,” ujar Fadli saat menjadi pembicara dalam Retret Kepala Daerah Gelombang II di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/6).

Fadli menjelaskan bahwa nilai-nilai kebudayaan memiliki peran penting sebagai fondasi moral dan spiritual dalam mewujudkan Asta Cita Presiden, yakni delapan tujuan utama pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa kemajuan di bidang ekonomi dan teknologi akan kehilangan arah dan makna tanpa keberadaan budaya yang kuat dan mengakar.

“Kepemimpinan berbasis nilai-nilai budaya sangat penting, dan ini perlu diterapkan oleh seluruh kepala daerah di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Fadli juga menyoroti bahwa tanggung jawab untuk memajukan kebudayaan tidak hanya berada di tangan pemerintah pusat, melainkan juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan sektor swasta. Ia mencontohkan keberhasilan Pesta Kesenian Bali, yang memperlihatkan kekayaan budaya di tingkat kabupaten hingga desa, sekaligus menarik perhatian internasional.

“Baru beberapa hari lalu saya membuka Pesta Kesenian Bali bersama Gubernur Bali. Dari acara itu kita bisa melihat betapa beragam dan kuatnya budaya lokal di setiap wilayah Bali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fadli menyebut kebudayaan sebagai soft power yang efektif untuk memperluas pengaruh Indonesia di dunia internasional. Ia mendorong para kepala daerah untuk tidak hanya menjadikan budaya sebagai pelengkap acara seremonial, tetapi juga sebagai motor penggerak perekonomian daerah, terutama melalui sektor ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif berbasis budaya bisa menjadi sumber pemasukan yang signifikan. Contohnya adalah film-film lokal yang sukses di pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Fadli mengingatkan bahwa film merupakan media seni paling lengkap karena menggabungkan berbagai unsur budaya seperti musik, bahasa, busana, tari, dan cerita rakyat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah untuk mendukung ekosistem budaya dan industri kreatif agar dapat berkembang lebih luas.

“Film adalah platform yang luar biasa untuk promosi budaya lokal. Ini saatnya kita manfaatkan kebudayaan bukan hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai potensi ekonomi dan diplomasi,” pungkasnya. (Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here