Banda Aceh, restorasihukum.com – Menteri Pekerjaan Umum (Kemen PU) Dody Hanggodo menegaskan pihaknya terus mengupayakan solusi cepat terkait keluhan masyarakat mengenai ketersediaan air bersih di hunian sementara (Huntara) 2 Kementerian PU di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini disampaikan usai kegiatan sahur bersama dan shalat subuh berjamaah dengan warga Huntara, pada Rabu (25/2/2026).
“Kalau air bersih sebetulnya, kita sedang memperbaiki SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang ada di Karang Baru,” ujar Dody.
Dody menjelaskan, selain melakukan perbaikan SPAM yang sudah ada, pemerintah juga tengah membangun jaringan baru dengan kapasitas dua kali 50 liter per detik.
“Kita harap dalam dua-tiga bulan selesai (SPAM baru) dan pipanya sendiri sudah datang, tinggal instalasi dan mudah-mudahan bisa dialirkan ke Huntara ini serta tempat lain di sekitar Karang Baru, termasuk rumah sakit,” ujarnya.
Sebelumnya, perwakilan warga Huntara, Indra Saputra, menyampaikan keluhan terkait belum tersedianya air bersih serta persoalan kebersihan lingkungan.
“Kami tinggal di Huntara ini lebih kurang sekitar seminggu. Kami menyampaikan keluhannya air bersih, dan juga soal kebersihan, sampah di sini kurang diambil,” ujar perakilan Warga Huntara, indra Saputra.
Warga berharap percepatan penyediaan air bersih segera direalisasikan mengingat kebutuhan tersebut sangat vital untuk memasak, beribadah, dan aktivitas sehari-hari.
“Mohon diperhatikan kami pak, air bersih sangat kami harapkan agar dapat kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, warga juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas penyediaan hunian sementara bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri PU, kami atas nama masyarakat Huntara 2 mengucapkan terima kasih banyak,” ungkap Indra.(Red)











