Banyuwangi restorasihukum.com -Tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Sihatul Alfiyah (26), bekerja sebagai pemelihara sapi di Taiwan. Bukan hanya satu atau dua ekor sapi yang menjadi tanggung jawab Sihatul. Tetapi 300 ekor sapi dan itu diurus seorang diri.
Bukan hanya it saja,Ia juga harus menerima penganiayaan dari juragannya, bahkan hingga mengalami koma sejak 22 September 2013. Ya Sihatul koma selama 16 bulan, dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis.
Diceritakan, Sihatul berangkat ke Taiwan dan bekerja di peternakan sapi perah di Tainan City. Ia harus mengurus 300 ekor sapi perah seorang diri, mulai pukul 03.00 hingga pukul 22.00 waktu setempat.
Selama bekerja Sihatul sempat dirawat di Chi Mei Medical Center di Liouying,Taiwan, lalu dipindahkan ke Panti Jompo di Min An Road Distrik Baihe Kota Tainan. Dari pemeriksaan kesehatan, sempat ditemukan luka benturan akibat benda tumpul di bagian kepala Sihatul.
Dokter Taufik, Direktur RSUD Blambangan, menjelaskan, keluarga Sihatul sebenarnya telah mengajukan surat permintaan agar pasien diperbolehkan pulang dan dirawat di rumah.
Taufik menjelaskan,”Saya kira ini yang terbaik bagi pasien karena pihak keluarga sudah berkali-kali meminta agar pasien boleh dibawa pulang ke rumahnya. Permintaan diajukan melalui surat resmi yang ditandatangani pihak desa dan kecamatan”.









