Operasi Ketupat 2026: Kolaborasi Lintas Kementerian Integrasikan Rekayasa Lalu Lintas

0
61

Jakarta, restorasihukum.com – Pemerintah memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan melibatkan sekitar 143,9 juta orang yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Menghadapi potensi pergerakan masyarakat dalam skala besar tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi menggelar Operasi Ketupat 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi.

Wakil Kepala Polri, Dedi Prasetyo, menjelaskan bahwa strategi pengaturan lalu lintas telah disusun secara terukur dengan memanfaatkan data traffic counting secara real-time. Rekayasa lalu lintas yang disiapkan meliputi penerapan sistem one way, contraflow, hingga kebijakan ganjil-genap di ruas jalan tol maupun non-tol.

“Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan melalui mekanisme koordinasi lintas sektoral yang sangat ketat. Kami akan menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur tol maupun arteri dengan indikator yang terukur,” Wakapolri Dedi dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (11/3).

Ia menambahkan, setiap kebijakan rekayasa lalu lintas akan disosialisasikan kepada masyarakat paling lambat dua jam sebelum pelaksanaan agar para pemudik dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka.

Selain pengamanan dari kepolisian, pemerintah juga memperkuat dukungan dari sektor infrastruktur. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan pemerintah menyiapkan sejumlah jalur tol fungsional guna mengurai kepadatan di titik-titik rawan kemacetan.

“Kami menyiagakan 10 ruas tol fungsional di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan untuk memecah arus. Selain itu, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tarif tol hingga 30 persen serta diskon tiket transportasi umum,” ujar Agus yang akrab disapa AHY.

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong distribusi pemudik agar tidak menumpuk pada waktu puncak perjalanan.

Selain kelancaran arus lalu lintas, Operasi Ketupat 2026 juga menitikberatkan aspek keselamatan pemudik. Sebanyak 2.746 pos pengamanan disiapkan, yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu.

Pos-pos tersebut akan dilengkapi fasilitas kesehatan darurat serta bengkel siaga untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan.

Pemerintah mengimbau masyarakat memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman saat perayaan Idulfitri.

Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menciptakan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat di seluruh Indonesia.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here