Pasar Kembali Bergeliat, Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Pulih Pascabencana

0
44

Aceh Taimang, restorasihukum.com – Aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang perlahan menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat terhenti akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu. Sejumlah pertokoan yang sebelumnya tidak beroperasi kini kembali buka, menandai mulai bangkitnya aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

Pasar sebagai pusat perputaran ekonomi warga juga kembali ramai. Masyarakat terlihat mulai beraktivitas seperti biasa dengan mengunjungi pasar untuk memenuhi kebutuhan harian, sehingga suasana perlahan kembali normal.

Herman, salah satu pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, menyebut kondisi pasar saat ini sudah jauh lebih stabil dibandingkan masa awal pascabencana.

“Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia menuturkan baru sekitar satu setengah bulan kembali berjualan setelah tempat usahanya dibersihkan oleh pemerintah daerah.

“Sudah sebulan setengah, sudah dibersihkan oleh pemerintah kita,” tambahnya.

Pasar daging yang berada di kawasan tepi Sungai Tamiang sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir. Namun kini, suplai ikan dari berbagai daerah sudah kembali lancar, termasuk dari Banda Aceh dan Medan.

Meski demikian, Herman berharap adanya perbaikan fasilitas pasar, terutama bagian atap yang banyak mengalami kerusakan.

“Kalau bisa seng-seng ini diganti. Banyak yang sudah rusak, jadi kalau hujan kami masih kehujanan,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa pada awal pemulihan, daya beli masyarakat masih lemah karena banyak warga belum kembali bekerja. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi mulai membaik seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.

“Beberapa bulan awal memang sepi, tapi sekarang sudah mulai ada peningkatan,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas, Kuala Simpang. Ia kembali berjualan sekitar dua bulan terakhir setelah terdampak banjir.

Nurlela mengandalkan pasokan sayuran dari petani lokal di Bandar Pusaka, namun sempat mengalami kesulitan karena banyak lahan pertanian rusak saat bencana terjadi.

“Sekarang jualannya hanya ubi, bayam, dan kangkung dari warga kampung,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas pasar kembali hidup. Toko pakaian, pedagang buah, sembako, hingga berbagai kebutuhan lainnya mulai beroperasi kembali, memperkuat tanda-tanda pemulihan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 27 April mencatat sebanyak 196 pasar rakyat di wilayah terdampak telah kembali berfungsi. Rinciannya terdiri dari 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here