Pengangguran Migas Dipekerjakan Bisa Kurangi Kriminalitas

0
143

Bojonegoro, restorasihukum.com – Agar tidak menimbulkan kerawanan sosial, Camat Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Hartono meminta ribuan pengangguran di wilayahnya yang berakhir masa kontraknya bekerja di proyek migas Blok Cepu dipekerjakan kembali.

      Ia mengatakan, “Kami minta ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bisa mempekerjakan tenaga kerja di daerah kami yang sekarang menganggur”.

     Hal senada disampaikan Kapolsek Kecamatan Gayam AKP Sudirman, yang menyebutkan munculnya pengangguran bisa memicu meningkatnya angka kriminalitas di daerahnya. “Tingkat kriminalitas di Kecamatan Gayam, semakin menurun sejak ada proyek migas Blok Cepu 2002,” jelasnya.

     Untuk itulah kedua aaprat tersebut, mengharapkan ada pemecahan yang menyeluruh dalam menangani pekerja proyek migas Blok Cepu, yang berakhir masa kontraknya.

      Hartono menyebutkan Kecamatan Gayam, dengan jumlah 13 desa berpenduduk 32.944 jiwa (11.889 kepala keluarga/KK) dan ada sekitar 2.250 tenaga kerja asal sejumlah desa di Kecamatan Gayam, yang berakhir masa kontraknya di proyek migas Blok Cepu, sejak akhir Desember 2014 dan akhir Februari 2015.

      “Saat ini masih ribuan tenaga kerja di wilayah kami yang juga segera berakhir masa kontraknya,” paparnya.

      Ia juga menjelaskan, menjelaskan EMCL bisa mempekerjakan tenaga kerja di daerahnya yang sebagian besar tenaga kasar untuk membersihkan lahan Blok Cepu di daerahnya yang dipenuhi dengan rumput dan alang-alang.

      Di daerahnya, Hartono melanjutkan juga ada sekitar 60 kontraktor yang terancam menganggur karena berakhirnya pekerjaan proyek migas Blok Cepu.

      “Kontraktor lokal bisa menangani pekerjaan membersihkan lahan Blok Cepu, tapi kalau kontraktor lokal harus menangani pekerjaan membersihkan bangunan yang besar jelas tidak mampu, sebab tidak punya uang,” paparnya.

      Sementara itu sesuai data yang didapat lahan di Kecamatan Gayam, yang dimanfaatkan kawasan migas Blok Cepu seluas 625 hektare, tapi yang dimanfaatkan untuk bangunan fasilitas produksi hanya separuhnya.

“Kalau tenaga kerja yang menganggur dipekerjakan membersihkan lahan swtar 300 hektare bisa mengurangi tingkat kerawanan, seperti kriminalitas,” pungkasnya.(yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here