PG KEBONAGUNG PAKISAJI GILING LAGI – ASAP NGEBUL KE RUMAH WARGA, DLH MALANG DITAGIH DATA EMISI

0
6

Pantauan Tim 7 Juni 2026: Cerobong PG Kebonagung PT Kebon Agung Tbk di Jl Raya Wagir keluarkan asap. Warga Kebonagung resah debu + jalan rusak truk tebu. DLH Kab Malang didesak buka data uji emisi cerobong + kualitas air Sungai Metro biar publik nggak berasumsi.

PAKISAJI, restorasihukum.com – Musim giling 2026 dimulai. PG Kebonagung PT Kebon Agung Tbk di Desa Kebonagung, Kec Pakisaji, Kab Malang kembali ngebul. Dokumentasi Tim 7 Juni 2026 pukul 09.27 WIB memperlihatkan asap dan uap mengepul dari cerobong pabrik gula warisan Belanda itu. Lokasinya mepet permukiman Jl Raya Wagir. Warga resah: debu beterbangan, jalan rusak, truk tronton tebu hilir mudik 24 jam. DLH Kab Malang kini ditagih transparansi data emisi + limbah.

ASAP KE PERMUKIMAN, WARGA KELUHKAN ISPA
Foto Tim mengunci fakta: cerobong PG Kebonagung di 28-38 Jl Raya Wagir Kebonagung mengeluarkan asap saat ruko warga masih tutup. Jarak pabrik ke rumah warga hanya hitungan meter tanpa “sabuk hijau” yang memadai. “Tiap musim giling, jemuran hitam kena abu. Anak batuk-batuk. Mau ngadu ke mana?” keluh seorang ibu di Kebonagung ke Tim. Uap putih wajar dari boiler, tapi kalau asap kehitaman = tanda ISPA Filter/Bagasse Catcher bermasalah.

JALAN RAYA WAGIR JADI KORBAN TRUK TEBUNYA
Musim giling = truk tronton tebu antri 24 jam. Dampaknya: Jalan Raya Wagir cepat berlubang + licin tetesan air tebu + debu beterbangan. “Jalan rusak, debu masuk warung. Mie ayam jadi rasa gula,” celetuk pedagang “Mie Ayam Barokah” yang tokonya tepat di depan pabrik. Perbup Malang soal jam operasional truk ODOL diduga dilanggar kalau hilir mudik pagi-sore.

SUNGAI METRO TARUHANNYA
PG Kebonagung hasilkan limbah cair “blotong” dan air cucian tebu. Kalau IPAL ngadat, Sungai Metro hilir Pakisaji rawan jadi hitam + bau + ikan mati. Warga hilir di Tajinan – Bululawang yang pakai air sungai untuk sawah jadi pihak paling dirugikan.

DUGAAN PELANGGARAN 3 ATURAN:
1. PP 22/2021: Pabrik wajib penuhi baku mutu emisi udara PM10, SO2, NOx. Data CEMS harus online ke KLHK. Publik berhak tahu.
2. Permen LHK 5/2021: Pabrik wajib kelola limbah cair pakai IPAL. Buang ke sungai tanpa izin = pidana UU PPLH Pasal 104.
3. UU 22/2009 LLAJ: Truk ODOL + jam operasional melanggar = jalan cepat rusak + bahayakan pengendara.

PERNYATAAN TIM – NADA TEKANAN:
“PG Kebonagung itu ikon + sumber kerja warga Pakisaji. Tim nggak anti pabrik. Tapi jangan sampai asap + limbahnya bikin warga Kebonagung sesak napas. Tim minta 3 hal: 1. DLH Kab Malang buka data hasil uji emisi cerobong PG Kebonagung Mei-Juni 2026. 2. PG Kebonagung pastikan ISPA Filter jalan + IPAL nggak jebol. 3. Pemkab Malang paksa PG tanggung jawab perbaiki Jalan Raya Wagir. Harta karun Malang jangan jadi ‘bom waktu’ warga,” tegas Tim Ungkap Fakta Yuridis.

TUNTUTAN 1×24 JAM:
1. DLH Kab Malang: Rilis data online CEMS cerobong PG Kebonagung + hasil uji air Sungai Metro hilir pabrik. Sesuai UU KIP = informasi publik.
2. PG Kebonagung PT Kebon Agung Tbk: Jelaskan ke warga sistem penangkap abu + jadwal perbaikan jalan yang dilalui truk tebu.
3. Dishub + Satpol PP Kab Malang: Tertibkan jam operasional truk tebu. Jangan ganggu jam sekolah + jam kerja warga.

Gula manis, tapi jangan sampai warga Kebonagung yang menelan pahitnya polusi. PG boleh giling, warga harus terlindungi. Transparansi data = obat paling ampuh biar nggak ada prasangka.

Sumber: Dokumentasi Tim 7 Juni 2026 09.27.11 WIB | Lokasi: 28-38 Jl Raya Wagir, Kebonagung, Pakisaji, Kab Malang | Bukti: Foto Cerobong Asap PG Kebonagung mepet permukiman

Tim telah berupaya konfirmasi ke Humas PG Kebonagung + Kepala DLH Kab Malang terkait data emisi + keluhan warga. Hingga berita ini naik belum ada jawaban resmi. Pihak PG berhak memberikan klarifikasi dan data pembanding. (Red/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here