PTA Semarang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta Sukses Gelar Seminar Nasional Mahkamah Islam Tinggi (MIT)

0
105

Jakarta, restorasihukum.com – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Mahkamah Islam Tinggi (MIT) Pembuka Tabir Sejarah Eksistensi Peradilan Agama dalam Reformasi Hukum dan Peradilan di Indonesia”, (23/10/2025).

Kegiatan merupakan hasil kolaborasi antara PTA Semarang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dengan menghadirkan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) MA, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., beserta jajaran.

Seminar diikuti secara daring oleh seluruh PTA dan Pengadilan Agama (PA) se-Indonesia, dengan menghadirkan Ketua Muda Kamar Agama Mahkamah Agung, Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum., sebagai Keynote Speaker.

Adapun narasumber utama dalam seminar ini yakni Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., dan Purnabakti Ketua PTA Mataram, Dr. H. Ahmad Fadlil Sumadi, S.H., M.Hum.

Sementara itu, pembahas seminar menghadirkan Guru Besar Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS, Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum., serta Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. KH. Muhammad Amin Suma, B.A., S.H., M.A., M.M.

Ketua PTA Semarang, Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H., menjelaskan bahwa seminar ini digelar untuk memperkaya pemahaman tentang sejarah lahirnya Mahkamah Islam Tinggi (MIT) hingga proses transformasinya menjadi Pengadilan Tinggi Agama (PTA).

“Selain itu, untuk merunut jejak panjang MIT dalam dinamika kelembagaan dan kewenangan peradilan agama di Indonesia serta kontribusinya terhadap reformasi hukum di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Badilag, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., menilai tema yang diangkat memiliki nilai strategis dalam memperkaya khazanah pemikiran hukum nasional.

“Kajian mengenai MIT, bukan sekedar mengulangi narasi sejarah. Ia adalah ikhtiar akademik untuk menempatkan peradilan agama dalam genealogi kelembagaan negara yang sesungguhnya,” tegas Muchlis.

Dirjen Badilag kemudian secara resmi membuka seminar nasional dengan ketukan palu sebanyak tiga kali di hadapan sekitar 500 peserta yang hadir secara luring dan daring.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Badilag Mahkamah Agung dan Universitas Muhammadiyah Surakarta, sebelum memasuki sesi pemaparan materi utama. Kemudian berlanjut dengan Keynote Speech oleh Ketua Muda Kamar Agama MA, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ketua PTA Surabaya dan Purnabakti Ketua PTA Mataram.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menggali kembali sejarah dan peran Mahkamah Islam Tinggi sebagai cikal bakal eksistensi Peradilan Agama di Indonesia serta memperkuat posisi lembaga ini dalam reformasi hukum nasional.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here