Surat Terbuka untuk Calon Hakim Angkatan IX: Tetaplah Menyala, Bahkan di Tempat Tergelap Sekalipun

0
103

Jakarta, restorasihukum.com – Adik-adikku, Calon Hakim Angkatan IX yang saya hormati dan banggakan di seluruh pelosok negeri,

Dengan segala kerendahan hati, izinkan saya menyampaikan surat ini sebagai sapaan hangat dari seorang yang lebih dulu menapaki jalan senyap dalam dunia peradilan. Surat ini bukan untuk menggurui, melainkan sebagai pesan dari hati yang percaya bahwa kalianlah harapan masa depan peradilan Indonesia.

Saya menulis dari ruang kerja sederhana di Pengadilan Negeri Pulau Punjung. Di tempat inilah saya mengabdi, menjalani hari-hari penuh keterbatasan, namun juga dipenuhi semangat. Saya ingin kalian menyadari, menjadi hakim bukan sekadar pekerjaan — ini adalah panggilan jiwa, bentuk pengabdian sejati kepada negara.

Proses seleksi dan pendidikan calon hakim kini sudah jauh lebih terbuka, ketat, dan profesional. Ini adalah kemajuan penting yang harus kita jaga bersama. Kepercayaan publik adalah amanah. Jangan sekali-kali mengkhianatinya dengan menyimpang dari integritas. Jabatan ini bukanlah sarana mencari keuntungan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipikul dengan jujur dan tulus.

Satu hal yang perlu kalian ingat: panggilan “Yang Mulia” seharusnya tidak membuat kalian silau atau kehilangan jati diri. Sebab, ada kalanya orang biasa justru menjadi tinggi hati ketika disematkan gelar itu. Padahal, makna sejatinya adalah pengingat akan beratnya tanggung jawab, bukan simbol kekuasaan.

Kehormatan hakim tidak terletak pada toga, ruang sidang, atau gelar kehormatan, melainkan pada kesederhanaan hidup, kekuatan integritas, dan kepatuhan terhadap etika. Jadikan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) sebagai kompas moral. Jangan abaikan juga Surat Edaran Dirjen Badilum No. 4 Tahun 2025 tentang pola hidup sederhana — bukan sekadar aturan, tetapi cerminan sikap bahwa kehormatan tidak terletak pada gaya hidup mewah.

Kelak, kalian akan menerima surat keputusan penempatan. Sebagian mungkin akan ditugaskan di daerah terpencil, jauh dari pusat kota. Jangan berkecil hati. Ingatlah, nilai tugas seorang hakim bukan ditentukan oleh besar kecilnya pengadilan, tetapi oleh ketulusan dan kesungguhan dalam menghadirkan keadilan di mana pun berada. Di tempat-tempat yang terisolasi itulah, kehadiran kalian akan lebih terasa dan dibutuhkan.

Selama kalian mengabdi di wilayah Indonesia, kalian berada di bawah panggilan Ibu Pertiwi. Di sanalah rakyat menunggu kehadiran keadilan sejati — bukan slogan, tetapi keadilan yang menyentuh hidup mereka.

Tempat bertugas mungkin jauh, tapi jika kalian menjaga integritas dan nurani, maka kalian sejatinya sedang berdiri di pusat moral republik ini. Jadilah hakim yang hadir bagi yang terpinggirkan, menjadi penyeimbang kekuasaan, dan yang menghadirkan sisi kemanusiaan dalam hukum.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Mahkamah Agung: “Gunakan nalar, naluri, dan nurani dalam memutus perkara.” Jangan hanya terpaku pada teks, tetapi pahami konteks, suara hati, dan rasa keadilan yang hidup di balik setiap perkara. Nalar bisa membuatmu menjadi ahli hukum, tapi hanya naluri dan nurani yang menjadikanmu seorang hakim sejati.

Profesi ini menuntut bukan hanya kecerdasan, tetapi juga kebeningan spiritual. Hakim adalah sosok yang sadar bahwa putusannya kelak harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di dunia, tapi juga di hadapan Tuhan.

Mari terus nyalakan semangat pengabdian ini. Bekerjalah dengan hati, junjung tinggi integritas, dan bawalah keadilan ke setiap sudut negeri, sekecil apa pun tempat itu. Karena seorang hakim sejati adalah cahaya dalam negara hukum. Ia tak memilih di mana harus bersinar, tapi ia tetap menyala — bahkan di tempat tergelap sekalipun.

Mari bersama kita wujudkan cita-cita Mahkamah Agung: menjadi lembaga peradilan yang agung, bermartabat, bersih, transparan, dan dipercaya rakyat serta diridhai Tuhan.

Selamat bertugas. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membimbing langkah kalian, menguatkan hati, dan menjaga nurani dalam perjalanan panjang ini. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here