Warga Gunakan Air Bercampur Lumut Untuk Kebutuhan Sehari – Hari

0
220

Gresik, restorasihukum.com – Dusun Kampung, yang masuk wilayah Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, adalah salah satu contoh yang warganya mengalami kekurangan air bersih.

Selama ini, saat musim hujan, sekitar 150 kepala keluarga (KK) sangat bergantung dengan air telaga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Warga sangat tergantung dengan air telaga, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” Ujar Maarif (34) warga Dusun Kampung.

Awalnmya ada tiga telaga berjajar. Namun, sejak September 2018, telaga-telaga tersebut mengering. Kini hanya tersisa satu telaga yang masih terlihat ada airnya. Meski sudah sangat berkurang, namun airnya terlihat masih mencukupi. Air telaga pun tidak jerih, airnya berubah menjadi hijau, karna bercampur dengan lumut hijau.

“Ya, apa adanya. Meski warna airnya hijau, warga masih mengambilnya untuk kebutuhan sehari-hari,” aku Supaidi (64) warga Dusun Kampung.

Tak ada rotan, akarpun jadi. Biarpun air telaga sudah berwarna hijau, tetap dibuat warga untuk mandi, cuci dan bahkan minum. Karena memang tidak ada pasokan air bersih.

Memang warga tidak mengambil air telaga sendiri-sendiri. Tetapi, pesan dari Supaidi. Warga asli Benjeng itu, keseharianya mengangsu atau mengambil air telaga untuk dijual kepada tetangganya.

Satu gerobak dengan delapan jirigen dijual seharga Rp10 ribu. Setiap hari, Supaidi yang istrinya telah meninggal dua tahun lalu itu, mampu menjual paling sedikit sepuluh gerobak.

“Hampir semua warga Kampung membeli air dari telaga. Walau hijau bisa dipakai masak, mandi dan bahkan dipakai minum dengan cara dimasak serta disaring,” papar dia. (eyt/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here