Surabaya, restorasihukum.com – Pada bulan Mei mendatang, Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya segera membangun gedung lima lantai di sisi utama rumah sakit tersebut.
Terkait hal ini, Direktur RSI Ahmad Yani, dr Samsul Arifin MARS, mengatakan lima lantai gedung sisi utara itu untuk lantai satu akan digunakan untuk kegiatan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).
Sedangkan lantai dua untuk layanan cuci darah atau hemodialisis yang nantinya akan menyediakan 30 tempat tidur, sedangkan untuk lantai tiga, empat dan lima untuk rawat inap VIP dan VVIP sebanyak 50 kamar.
“Layanan hemodialisis Alhamdulillah sudah ada. Cuma sekarang masih ada lima tempat tidur. Jelas ini masih kurang karena pasien cuci darah khusus BPJS sudah mulai membeludak,” paparnya.
Karena dalam proses pembangunan,untuk sementara layanan RSI Ahmad Yani dialihkan ke gedung lama, khususnya layanan farmasi, kasir dan BPJS.
Namun setelah gedung lima lantai ini selesai, maka seluruh layanan akan dipindah ke sana. Karena gedung lama yang menghadap ke Jalan Raya Ahmad Yani akan dibongkar dan dibangun gedung sembilan lantai. “Kalau yang sembilan lantai ini kami siapkan Rp60 miliar. Semua dana swadaya dan mandiri dari yayasam dan dari umat”jelas Syamsul.
Sementara Ketua Umum Yayasan RSI Surabaya (Yarsis) Prof Mohammad Nuh di Surabaya mengatakan, “Kami harapkan di harlah ke-41 sudah bisa diresmikan dan digunakan bagi pasien”.
Di sela puncak perayaan hari uang tahun ke-40 rumah sakit itu, ia menjelaskan pembangunannya menelan anggaran Rp20 miliar dari dana Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) itu.
“Pasien RSI selalu membeludak, bahkan pasien BPJS sangat banyak, kadang kalau disatukan dengan pasien umum tidak bisa menampung. Karenanya sekarang kami pisah tempatnya agar pasien sama-sama merasa nyaman,” pungkasnya.(ksm)









